kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.627.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.635   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.675   55,28   0,84%
  • KOMPAS100 874   7,71   0,89%
  • LQ45 662   5,95   0,91%
  • ISSI 233   1,88   0,81%
  • IDX30 370   2,56   0,70%
  • IDXHIDIV20 457   2,27   0,50%
  • IDX80 100   0,88   0,89%
  • IDXV30 127   0,86   0,68%
  • IDXQ30 118   0,68   0,58%
FOKUS /

Debu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Kegiatan Penerbangan, Ekonomi Ikut terdampak


Selasa, 08 September 2026 / 11:36 WIB
Debu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Kegiatan Penerbangan, Ekonomi Ikut terdampak
ILUSTRASI. Bencana alam letusan Gunung Anak Krakatau yang membawa debu vulkanik menyebabkan aktivitas penerbangan terganggu. ?(ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)


Reporter: Dendi Siswanto, Diki Mardiansyah, Herlina KD, Prayogi Ikhrawinata, Vina Elvira | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berbagai bencana tengah melanda Indonesia. Belum selesai bencana kabut asap akibat kebakaran hutan, kini muncul bencana alam letusan Gunung Anak Krakatau yang membawa debu vulkanik dan menyebabkan aktivitas penerbangan terganggu. 

Hingga Senin (7/9/2026) malam, setidaknya ada tujuh bandar udara (Bandara) yang ditutup. Beberapa di antaranya adalah bandara komersial.

Tujuh bandara yang ditutup adalah Bandara Internasional Soekarno Hatta Jakarta, Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta, Bandara Radin Inten II Lampung, Bandara Husein Sastranegara Bandung, Bandara Budiarto Curug Tangerang, Bandara Pondok Cabe Tangerang Selatan, Bandara Taufik Kiemas di Pesisir Barat Lampung.

Baca Juga: Di Balik Gundukan Tanah Merah, Ada Mesin Ekonomi Pulau Obi

Sebelumnya, Kemenhub juga menutup  Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam Sumsel. Namun, bandara tersebut telah dibuka setelah melalui evaluasi.

Penutupan tujuh bandara terdampak diperpanjang hingga Senin (7/9/2026) pukul 23.59 WIB. Namun, per Selasa (8/9/2026), lima bandara akhirnya dibuka kembali untuk penerbangan, yakni Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Husein Sastranegara, Budiarto Curug, dan Pondok Cabe.

Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, dan Husein Sastranegara kembali aktif mulai Selasa (8/9/2026) pukul 00.01 WIB. Sementara Budiarto Curug dan Pondok Cabe menyusul pada pukul 02.25 WIB.

Sementara itu, dua bandara masih belum kembali beroperasi. Keduanya adalah Bandara Radin Inten II dan Bandara Muhammad Taufiq Kiemas di Lampung.                                         

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, pengoperasian kembali bandara terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dilakukan ketika keselamatan sudah dapat diketahui secara pasti.

“Keselamatan menjadi prioritas kita. Kami melihat situasi terakhir berdasarkan informasi yang diberikan BMKG,” ujar Dudy, di Jakarta, Minggu (6/9/2026) malam.

Penutupan operasional bandara ini tentu berdampak pada penerbangan. Kementerian Perhubungan menyatakan, sejak 5 September 2026 hingga Senin (7/9/2026) pagi sekitar 270.337 penumpang terdampak oleh penundaan, pengalihan, atau pembatalan 2.300 penerbangan. 

Baca Juga: Bitcoin Hadapi September yang Menegangkan, Ini 5 Faktor Penggeraknya

Dari total tersebut, sebanyak 1.397 penerbangan dengan sekitar 177.579 penumpang terdampak akibat penutupan bandara. Sementara itu, 922 penerbangan dengan sekitar 92.758 penumpang terdampak akibat penyesuaian rute.

Corporate Secretary Group Head InJourney Airports Arie Ahsanurrohim mengatakan, penutupan sementara Bandara Soekarno Hatta berdampak terhadap puluhan penerbangan.

"Total terdapat 33 penerbangan terdampak di Bandara Soekarno-Hatta. Di rute internasional terdapat 16 pembatalan, 7 penundaan, dan 5 penjadwalan kembali. Sementara pada rute domestik terdapat 4 pembatalan dan 1 dialihkan ke bandara lain," kata Arie dalam keterangan resmi, Minggu (6/9/2026) malam.

Akibat penutupan bandara, mobilitas dan kegiatan ekonomi masyarakat ikut terganggu. Sebagai antisipasi penutupan bandara ini, para penumpang akhirnya mencari solusi transportasi alternatif demi tetap bisa menjalankan kegiatannya.

Pengalihan rute dari jalur Udara ke jalur darat pun tak terelakkan. Banyak penumpang yang akhirnya memilih untuk menggunakan moda transportasi darat baik kereta api maupun bus untuk melanjutkan perjalanan, maupun untuk menjangkau bandara terdekat yang tidak ditutup untuk menjangkau penerbangan yang beroperasi.

Sementara itu, di Bandara Soekarno Hatta, untuk menangani penumpang yang terdampak, InJourney Airports mengaktifkan prosedur Service Recovery Activation (SRA).

Melalui prosedur tersebut, pengelola bandara menyiapkan makanan dan minuman ringan bagi penumpang terdampak, bus menuju hotel melalui koordinasi dengan maskapai, serta sejumlah area khusus di terminal.

Baca Juga: S&P Global Rating Pertahankan Peringkat Utang Indonesia, Kondisi Fiskal Jadi Sorotan

Arie mengatakan, SRA juga akan diterapkan bagi penumpang yang terkena dampak berantai akibat penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Radin Inten II.

Siapkan Bandara Alternatif

Untuk menjaga konektivitas dan mengantisipasi penumpukan penumpang akibat penutupan bandara, Kementerian Perhubungan menyiapkan enam bandara alternatif.

Dudy mengatakan enam bandara alternatif tersebut adalah Bandara Juanda di Jawa Timur, Bandara Adi Soemarmo dan Jenderal Ahmad Yani di Jawa Tengah, Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) dan Adisutjipto di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), serta Bandara Internasional Kertajati di Jawa Barat yang dapat digunakan maskapai sesuai kebutuhan dan kondisi operasional penerbangan. 

"Kami mengimbau kepada seluruh maskapai baik luar maupun dalam negeri untuk menggunakan bandara-bandara alternatif yang sudah disiapkan, seperti Kertajati, Ahmad Yani, Juanda, YIA, Adisutjipto, dan Adi Soemarmo. Kami mendorong agar maskapai dapat menggunakan bandara tersebut untuk menghindari penumpukan penumpang, baik yang akan datang maupun yang akan terbang," ujar Dudy Senin (7/9/2026).

Meski menyiapkan bandara alternatif, Kemenhub menegaskan penggunaannya tidak otomatis mengalihkan seluruh penerbangan. Keputusan tetap mempertimbangkan kesiapan operasional bandara, rute yang tersedia, kondisi penerbangan, serta keputusan masing-masing maskapai.

Baca Juga: Mata Uang Asia Babak Belur Akibat Oil Shock, Rupiah Dekati Level Psikologis Baru

Kemenhub juga menyiapkan proses pemulihan apabila bandara terdampak kembali dibuka. Pembersihan runway, taxiway, dan apron menjadi bagian dari persiapan sebelum penerbangan dapat kembali dilayani.

"Dalam persiapannya, apabila kondisi sudah memungkinkan untuk bandara dibuka, kami akan melalukan upaya-upaya seperti pembersihan runway, taxi way, maupun apron. Hal ini supaya apabila pada waktunya situasi sudah memungkinkan, bandara siap dioperasikan," jelas Dudy.

Beri Efek ke Ekonomi

Berbagai bencana yang melanda Indonesia beberapa waktu terakhir tentu akan berdampak pada kegiatan ekonomi masyarakat yang berpotensi mempengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui, bencana yang terjadi baru-baru ini akan mengganggu pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III dan IV tahun ini.

Meski begitu, gangguan tersebut diyakini tidak akan membuat perekonomian jatuh ke fase perlambatan. Ia akan menggenjot perekonomian pada kuartal III dan IV sesuai dengan target pemerintah.

"Dari (pertumbuhan) ekonomi harusnya ada gangguan sedikit. Tapi tidak akan sampai memperlambat ekonomi secara signifikan," ujar Purbaya kepada awak media di Gedung DPR RI, Senin (7/9/2026).

Sebagai gambaran, Founder & CEO Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi mensimulasikan, penutupan Bandara Soekarno Hatta saja berpotensi menunda arus perdagangan ekspor-impor hingga sekitar US$ 168 juta jika berlangsung selama 48 jam.

Baca Juga: S&P Global Rating Pertahankan Peringkat Utang Indonesia, Kondisi Fiskal Jadi Sorotan

Potensi penundaan tersebut terdiri atas ekspor senilai US$ 54,23 juta dan impor US$ 113,83 juta, termasuk sekitar 960 ton barang impor.

"Angka tersebut merupakan estimasi nilai arus perdagangan yang berpotensi tertunda, bukan kerugian langsung," kata Setijadi dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).

Dalam simulasi gangguan selama delapan jam, SCI memperkirakan arus ekspor-impor senilai sekitar US$ 28 juta berpotensi tertunda. Angka tersebut terdiri atas ekspor US$ 9,04 juta dan impor US$ 18,97 juta, termasuk hampir 160 ton barang impor.

Meski begitu, Purbaya mengatakan bahwa anggaran untuk menangani bencana alam di Indonesia masih cukup aman. Bahkan, ia juga membuka peluang penambahan anggaran jika dibutuhkan.

Ia berharap bencana yang terjadi mulai dari banjir, kebakaran hingga gunung meletus bisa cepat berhenti sehingga tidak mengganggu perekonomian secara signifikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×