kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.791
  • SUN92,51 0,63%
  • EMAS614.076 0,00%
FOKUS /

Upaya menyelematkan rupiah: Devisa ekspor siap pulang asal bertabur insentif (2)

Rabu, 05 September 2018 / 15:12 WIB

Upaya menyelematkan rupiah: Devisa ekspor siap pulang asal bertabur insentif (2)
ILUSTRASI. Ajak Pulang Devisa Ekspor



Berita Terkait

Sebelumnya: Upaya menyelamatkan rupiah: Jalan berliku bawa pulang devisa ekspor (1)

 

Petang itu, para eksportir kelas kakap menyambangi Istana Bogor. Mereka sudah berdatangan sejak pukul 15.30 WIB. Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta mereka untuk datang.

Total, ada sekitar 40 pengusaha papan atas yang datang ke Istana Bogor, Kamis (26/7) dua pekan lalu.

Sebut saja, pemilik Grup Djarum R. Budi Hartono, bos Grup Indofood Anthoni Salim, pemilik Rajawali Group Peter Sondakh, Chairman GarudaFood Group Sudhamek Agung WS, dan bos Wings Group William Katuari.

Ada pula pemilik Medco Group Arifin Panigoro, Chief Executive Officer (CEO) Sritex Iwan Lukminto, dan Presiden Direktur Adaro Energy Garibaldi Thohir. Lalu, pendiri sekaligus Chairman Jababeka Group Setyono Djuandi Darmono, pemilik Panasonic Gobel Indonesia Rachmat Gobel.

Tidak ketinggalan, turut hadir Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani serta Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Perkasa Roeslani.

Sedangkan Jokowi didampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, serta Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong.

Acara yang semula diagendakan pukul 16.00 WIB mundur menjadi 16.30 WIB. Dalam pertemuan tertutup yang berlangsung selama 2,5 jam, Presiden meminta para konglomerat yang hadir untuk membawa devisa hasil ekspornya (DHE) ke dalam negeri.

Tujuannya, agar bisa membantu penguatan nilai tukar rupiah, memperkecil defisit transaksi berjalan, dan menjaga ketahanan ekonomi domestik di tengah tekanan global yang kian kuat.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga menyampaikan, bahwa masih ada 15% valuta asing (valas) milik para taipan tersimpan di luar negeri.

“Jadi, menurut versi Presiden, ada 15% yang seharusnya dibawa ke dalam negeri sementara yang masuk baru 85%,” kata Rosan.

Cuma, Rosan memastikan, devisa hasil ekspor tersebut bukan pelaku usaha sembunyikan di luar negeri. Namun, rata-rata pengusaha menggunakan untuk modal kerja serta pembayaran utang luar negeri.

Bank Indonesia (BI) mencatat, sekitar 80%–90% DHE sudah masuk ke Indonesia. Data ini bank sentral peroleh dari hasil mencocokkan dokumen pengapalan dengan dokumen uang yang masuk ke perbankan.

Namun, dari jumlah itu, DHE yang dikonversi ke rupiah masih sangat kecil. Data BI menunjukkan, valas hasil ekspor yang dikonversi ke mata uang garuda hanya 15% sampai 25% dari total valas yang tercatat kembali ke negara kita.

Memang, Rosan mengakui, masih ada keraguan di kalangan pengusaha bila semua valas ditempatkan di perbankan dalam negeri, temasuk di konversi ke rupiah.

“Khawatirnya, perbankan tempat menyimpan devisa itu belum tentu mau membiarkan dananya dipindahkan. Jadi ada usulan, kami cari bank asing yang ada cabangnya di Indonesia,” ujar Rosan.


Reporter: Havid Vebri, Merlinda Riska, Ragil Nugroho
Editor: Mesti Sinaga

KURS RUPIAH

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0058 || diagnostic_api_kanan = 0.0857 || diagnostic_web = 0.4149

Close [X]
×