Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.488
  • SUN95,67 0,14%
  • EMAS659.000 0,00%
FOKUS /

Upaya menyelamatkan rupiah: Jalan berliku bawa pulang devisa ekspor (1)

Selasa, 04 September 2018 / 17:04 WIB

Upaya menyelamatkan rupiah: Jalan berliku bawa pulang devisa ekspor (1)
ILUSTRASI. Ajak Pulang Devisa Ekspor

Berita Terkait

Indonesia butuh dollar AS sekarang! Begitu pernyataan yang disampaikan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka rapat terbatas dengan para menteri bidang ekonomi di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (31/7) lalu.

Maklum, cadangan devisa negara kita terus tergerus. Hingga akhir Juli lalu, tersisa US$ 118,31 miliar. Itu berarti, terkuras hingga US$ 13,67 miliar sejak awal tahun atau tiap bulan rata-rata terpangkas sebesar US$ 1,95 miliar.

Cadangan devisa terkuras, salah satunya untuk operasi moneter Bank Indonesia (BI) melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang masih saja tinggi.

Setelah sempat bolak balik menembus level Rp 14.500 per dollar Amerika Serikat (AS), rupiah Kamis (9/8) lalu masih bertengger di kisaran Rp 14.400. Berdasarkan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), posisi mata uang garuda terakhir di Rp 14.422.

Untuk menyedot dollar negeri Uak Sam, pemerintah dan Bank Indonesia (BI) sejatinya sudah mengeluarkan berbagai kebijakan sehingga rupiah tidak terus-terusan terpuruk.

Bank sentral, misalnya, membangkitkan kembali Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dengan tenor 9 dan 12 bulan untuk menarik minat investor asing.

Sementara pemerintah berencana menunda proyek infrastruktur yang banyak memakai barang impor.

Bukan cuma itu, Presiden juga meminta para pengusaha untuk membawa pulang devisa hasil ekspornya (DHE) ke dalam negeri.

Tidak hanya pulang kampung, pemerintah mendorong para eksportir untuk mengonversikan DHE ke rupiah.

Selama ini, baru 15% hingga 25% dari total devisa hasil ekspor yang pengusaha konversi ke rupiah.

Pemerintah memahami, ada kebutuhan untuk membeli bahan baku maupun membayar utang luar negeri sehingga eksportir menahan DHE dalam bentuk valas, baik di perbankan dalam maupun luar negeri.

Namun, pemerintah berharap, valas yang sudah parkir di Indonesia dikonversi ke rupiah.

“Toh, bisa beli valas setiap saat. Kami ingin koordinasi terutama di saat tidak biasa seperti saat ini. Kami ingin kepercayaan pasar diperkuat,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Sebetulnya, Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo mengungkapkan, sudah 90% lebih DHE masuk ke Indonesia. Namun, yang dikonversi ke rupiah baru sekitar 15%.

Alhasil, DHE dalam valas yang tersimpan di perbankan hanya menjadi potensi suplai jika tidak dilepas atau dijual ke pasar valas atau dikonversikan ke dalam rupiah. “Sisanya yang 85% oleh bank domestik rata-rata ditempatkan di rekening nostro bank di luar negeri,” imbuh Dody.

BI juga memahami konversi DHE yang rendah ke mata uang merah putih lantaran para eksportir harus menyediakan valas untuk kebutuhan impor atau membayar kewajiban utang luar negeri mereka.

“Karena Indonesia menganut sistem devisa bebas, maka uang itu setelah masuk dan yang punya mau gunakan untuk apapun, ya, tidak dilarang,” kata Dody.


Video Pilihan

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0005 || diagnostic_api_kanan = 0.0594 || diagnostic_web = 0.3534

Close [X]
×