kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.791
  • SUN92,51 0,63%
  • EMAS614.076 0,00%
FOKUS /

Minimarket kian berderet (2): Para raksasa yang ikut tergoda

Selasa, 15 Mei 2018 / 16:10 WIB

Minimarket kian berderet (2): Para raksasa yang ikut tergoda
ILUSTRASI. Persaingan minimarket



Biaya kemitraan antara lain digunakan untuk memenuhi stok barang dagangan, investasi untuk setting toko, rak, gondola, perlengkapan, peralatan, training, dan pinjaman software operasional. Sedangkan renovasi bangunan, itu di luar dari biaya kemitraan.

Jumlah stok barang yang ditawarkan oleh Lotte, mulai dari 500 item hingga 2500 item. Barang-barang ini akan dipasok oleh Lotte. Namun, dalam kerjasama ini pemilik juga boleh menjual 50 item andalan toko, yang tidak dijual di Lotte Grosir.

“Misalnya, pemilik toko ingin jual sarapan seperti nasi uduk. Itu diperbolehkan. Kan Lotte Grosir tidak menjual itu,” ujar Bagus lagi.

Selain tampilan toko dan pengelolaan yang lebih modern, 100% keuntungan akan masuk ke kantong mitra TMUK. Dalam kerjasama ini Lotte Grosir hanya jadi penyuplai barang dagangan ke mitra TMUK.

Mitra TMUK tidak akan dikenakan biaya rutin per bulan. Tapi, tiap pengiriman barang ada ongkos sebesar 2% dari pembelanjaan barang.

Adapun soal harga jual barang, juga leluasa ditetapkan oleh masing-masing toko. “Kalau dari kami harga itu dengan margin 15%. Tapi kami masih toleransi margin 10%–25% tergantung dari lokasinya. Kalau banyak pesaingnya, ya bisa 10%, kalau di sekitar lokasi tersebut tidak ada pesaing bisa sampai 25%,” katanya.

Bebas namai toko

Penetapan margin dilakukan berdasarkan studi kelayakan yang sudah dilakukan Lotte Group. Dengan patokan ini, mitra bisa menghitung proyeksi keuntungan mereka. Selain itu, Lotte membebaskan para mitra untuk menamai toko mereka sesuai selera.

Setahun sebelumnya, Super Indo sudah lebih dulu terjun ke bisnis minimarket dengan menawarkan waralaba Lion Express. Tawaran ini masih belum berlari kencang.

Wirawan Winarto, VP Operations PT Lion Super Indo mengatakan, hal itu dikarenakan sepanjang 2017 pihaknya melakukan evaluasi program tersebut. Antara lain terkait investasi dan branding.

“Investor dan tim memberikan masukan supaya brand diganti menjadi Super Indo Express. Jadi, mulai bulan ini nama itulah yang dipergunakan,” ujar Wirawan.
Hingga saat ini sudah ada empat Super Indo Express.

Sampai akhir tahun 2018, perusahaan ini menargetkan Super Indo Express bertambah minimal 4 gerai. Saat ini, permintaan waralaba Super Indo datang dari Jabodetabek.

Pertimbangan Super Indo menawarkan waralaba untuk gerai yang lebih kecil, kata Wirawan, karena pihaknya melihat peluang untuk melayani konsumen secara lebih dekat.

Waralaba ini sekaligus juga mengakomodasi investor yang ingin membuka usaha swalayan dengan lokasi strategis namun dengan lahan terbatas.

Super Indo Express bisa dibuka di kawasan pemukiman dengan area seluas 1.000 meter persegi (m²). Dari ukuran itu, 500 m² untuk bangunan swalayan dan sisanya untuk parkir.

Sebagai perbandingan, gerai Super Indo menggunakan lahan 2.800 m² dan hampir separuhnya untuk bangunan toko.

Untuk menjadi mitra, Super Indo mensyaratkan investasi minimal Rp 2 miliar, di luar biaya lokasi dan bangunan. Calon mitra juga harus memiliki lokasi serta keperluan administrasi yang mendasar.

Selanjutnya tim Super Indo mempersiapkan survei lokasi, desain, pengembangan bangunan hingga penataan layout dan persiapan pembukaan gerai. Investasi yang ditanamkan meliputi aplikasi dan sistem operasional supermarket yang dikelola oleh Super Indo.  

Super Indo Express mengadopsi sepenuhnya sistem rantai pasok Super Indo. “Kami menawarkan kebutuhan sehari-hari dan produk segar berkualitas, tapi harga terjangkau karena itulah kekuatan kami hingga saat ini,” ujar Wirawan.

Nah, upaya menjaring pasar minimarket merupakan salah satu strategi Super Indo untuk bertahan, layaknya peritel besar lain yang mengalami masa lesu. Secara global lesunya perekonomian dirasakan sejak kuartal III 2016. “Sepanjang tahun 2017 lalu makin terasa tekanan dari market,” kata Wirawan.

Untungnya, dalam kondisi berat itu, Super Indo masih bisa bertumbuh sesuai target. Perusahaan ini masih melanjutkan pembukaan gerai baru. Bila akhir 2015 baru ada 127 gerai, pada 2016 bertambah menjadi 142 gerai.

Bahkan hingga awal April 2017 sudah bertambah lagi menjadi 153 gerai. Dalam waktu dekat peritel ini akan nambah dua gerai baru di Semarang, Jawa Tengah.                           


Reporter: Francisca Bertha Vistika, Fransiska Firlana
Editor: Mesti Sinaga

RITEL

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0007 || diagnostic_api_kanan = 0.0476 || diagnostic_web = 0.3192

Close [X]
×