kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.175
  • SUN98,94 0,36%
  • EMAS612.058 -0,16%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%
FOKUS /

Minimarket kian berderet (1): Mencuil dominasi raksasa ritel

Senin, 14 Mei 2018 / 15:22 WIB

Minimarket kian berderet (1): Mencuil dominasi raksasa ritel
ILUSTRASI. Persaingan minimarket
Berita Terkait

Hiruk pikuk gerakan massa yang terkenal dengan nama Aksi 212 yang terjadi tahun 2016 lalu tak hanya berdampak ke dinamika politik semata. Aksi unjuk rasa yang lahir atas semangat membela keyakinan keagamaan itu juga mengubah dinamika ekonomi.

Tengok saja, setahun usai Aksi 212 digelar, para alumninya sepakat konsolidasi dan menjalankan aktivitas bisnis lewat Koperasi Syariah 212. Lewat koperasi itulah, para aktivis Aksi 212 merancang jaringan bisnis minimarket baru dengan nama 212 Mart.

Terhitung semenjak berdiri bulan Januari 2017 lalu, Koperasi Syariah 212 getol mencari anggota yang juga menjadi investor dari minimarket syariah. Hasilnya, sampai saat ini, sudah berdiri 107 minimarket yang tersebar di Jabodetabek dan beberapa daerah lain.

Namun, minimarket ini berbeda dengan minimarket pada umumnya. Minimarket 212 Mart punya banyak pemilik, dan tidak terpaku hanya satu perusahaan atau perorangan saja.

“Masyarakat yang menjadi konsumen bisa sekaligus menjadi pemodal. Nanti menerapkan sistem bagi hasil. Jadi tidak menempatkan konsumen sebagai sapi perah,” kata Ichsanuddin Noorsy, Anggota Dewan Pengawas Operasional Koperasi Syariah 212.

Selain Koperasi Syariah 212, ada juga PT Hydro Perdana Retailindo yang membuat minimarket syariah dengan konsep berjamaah. Salah satu nama minimarketnya yang terkenal adalah Sodaqo Mart, yang terbilang agresif menambah gerai.

Sejak memulai bisnis minimarket tahun 2016, jumlah gerai minimarket yang dikelola PT Hydro Perdana Retailindo sudah mencapai 170 gerai yang terdiri dari beberapa merek. Jumlahnya gerai tersebut diproyeksikan masih terus bertambah, karena manajemen Sodaqo telah mempersiapkan rencana ekspansi baru.

Sampai akhir 2018, PT Hydro Perdana Retailindo ingin mengoperasikan 500 gerai. Adapun tahun depan targetnya membuka 1.000–1.500 gerai baru.

Pemain anyar lainnya yang juga memiliki konsep yang tak jauh berbeda adalah Lembaga Ekonomi Umat (LEU), yang telah merilis minimarket perdananya Maret 2018 lalu dengan nama LEUMart.

Sama halnya dengan Sodaqo Mart dan 212 Mart, LEUMart tidak mematok royalti kepada investornya. Meski baru, LEUMart sudah sesumbar dengan target membuka sebanyak 1.000 gerai baru di Jabodetabek.

“Memang semenjak Aksi 212, ada kecenderungan organisasi massa Islam ingin memiliki jaringan minimarket sendiri,” kata Adri Syahrizal, Chief Executive Officer (CEO) PT Ritelteam Sejahtera Indonesia, salah satu perusahaan yang bergerak di bisnis konsultan dan penyediaan alat-alat minimarket.

Alasan lain dari ekspansi minimarket syariah yang terjadi belakangan ini adalah, ingin mendapatkan momentum Ramadan dan Lebaran yang terjadi pada Mei dan Juni 2018.

Sebagaimana diketahui, bisnis ritel sangat menanti penjualan di masa Ramadan dan Lebaran. “Kecenderungan itu selalu terjadi, yakni membuka usaha menjelang Ramadan dan Lebaran yang pasarnya naik tinggi,” kata Tutum Rahanta, Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).


Reporter: Adinda Ade Mustami, Asnil Bambani Amri
Editor: Mesti Sinaga

RITEL

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel santika premiere Slipi
26 July 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.1610 || diagnostic_web = 0.3068

Close [X]
×