kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45709,68   7,27   1.03%
  • EMAS931.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%
FOKUS /

Menguak hubungan ekonomi RI-Israel: Geliat bisnis wisata rohani (1)


Selasa, 17 Juli 2018 / 16:34 WIB
Menguak hubungan ekonomi RI-Israel: Geliat bisnis wisata rohani (1)
ILUSTRASI. Masjidil Aqsa

Berita Terkait

Reporter: Francisca Bertha Vistika, Fransiska Firlana | Editor: Mesti Sinaga

Alternatif kunjungan

Sekadar catatan, larangan masuk bagi warga Indonesia yang ingin berkunjung ke Israel sejatinya merupakan tindakan balasan.

Seperi kita tahu, pada Mei 2018 pemerintah Indonesia menolak permintaan visa yang diajukan oleh 53 warga Israel yang ingin berkunjung ke Indonesia. Hanya saja, hingga saat ini pemerintah Indonesia tidak pernah memberikan penjelasan alasan penolakan itu.

Namun, buntut ketegangan dan saling balas tindakan diplomatik ini jelas merepotkan pelaku bisnis wisata yang membawa turis ke Israel.

Sebab dengan kebijakan negeri itu melarang masuknya warga Indonesia, membuyarkan rencana yang telah mereka susun, bahkan juga berdampak buruk bagi bisnis mereka.

“Tapi doa kami larangan itu bukan cuma ditunda, tapi dicabut selamanya,” ujar Rio. Selama ini Rhema Tour yang dipimpin Rio kerap membawa umat Katholik dan Kristen untuk mengunjungi situs-situs bersejarah di Israel-Palestina.

Nah, untuk peserta tour yang  akan berangkat selepas bulan Juni, Rio pun hanya bisa memberikan pengertian mengenai kondisi yang terjadi.

Ada dua alternatif yang ditawarkan oleh Rio. Pertama mengalihkan tujuan wisata ke Mesir dan Yordania, atau menunda perjalanan sabil menunggu keputusan pasti jadi atau tidak penutupan pintu bagi turis Indonesia.

Rio bersyukur para peserta tur di Rhema Tour memahami kondisi ini, karena di luar kemampuan dari perusahaan. Saat ini ada sebagian peserta yang setuju dengan tawaran pengalihan tujuan wisata. Namun tak sedikit pula yang pilih menunggu keberangkatan ke Yerusalem setelah ada kepastian.

Memang dampak dari kebijakan Israel menutup pintu bagi turis Indonesia ini tidak menyebabkan kerugian bagi perusahaan maupun konsumen.

“Kami merasa tidak ada yang rugi. Ditunda sambil menunggu kabar bukan suatu kerugian karena kami percaya akan dibuka kembali,” tegas Rio.

Rio mengklaim dalam setahun, Rhema bisa membawa peserta tour Israel kurang lebih sebanyak 1.800 orang. Paket yang ditawarkan oleh Rhema Tour untuk Holyland sekitar US$ 3.990 per orang.

Kendati belum ada putusan pasti akan kebijakan tersebut, pihak Rhema Tour tetap melakukan penawaran perjalanan Holyland. Rio mengaku penawaran pada konsumen masih berjalan seperti biasanya. Perjalanan yang ditawarkan bahkan hingga Maret 2019.

“Kami tetap mengakomodasi turis yang berniat mengunjungi Israel. Nanti begitu larangan dicabut, kami tidak perlu kerja lagi dari nol. Ya, sekarang ini lari-lari kecil sambil menunggu keputusan,” kata Rio.




TERBARU
Terpopuler

Close [X]
×