kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.180
  • SUN95,28 0,51%
  • EMAS663.000 0,30%
  • RD.SAHAM 0.08%
  • RD.CAMPURAN 0.07%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.06%
FOKUS /

Menata strategi investasi saat rupiah lemah (2)

Rabu, 29 Agustus 2018 / 13:57 WIB

Menata strategi investasi saat rupiah lemah (2)
ILUSTRASI. Menguji Jurus Baru Membentengi Rupiah


Saham

Kondisi pasar saham memasuki semester kedua tahun ini sebenarnya lebih bagus jika dibanding dengan semester pertama.

Misalnya, pada minggu keempat Juli, investor asing perlahan mulai masuk. “Masuknya investor asing ini membawa sentimen positif bagi investor lokal,” ujar Kevin Juido, Kepala Riset PT Paramitra Alfa Sekuritas.

Lalu, musim rilis laporan keuangan juga sudah dimulai, yang dimotori emiten sektor perbankan. Hasilnya, sebagian besar menunjukkan hasil yang positif. Misalnya, laba bersih PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang mencatatkan pertumbuhan 28,7% year-on-year (yoy).

Thendra Crisnanda, Head of Institution Research MNC Sekuritas, memperkirakan, kinerja sebagian besar emiten pada semester kedua tahun ini akan lebih positif jika dibanding dengan semester pertama.

Hal ini didukung oleh pulihnya sektor konsumsi yang menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi serta tumbuhnya nilai investasi di sektor riil.

Sayangnya, ekonomi global belum menunjukkan tanda-tanda kepastian. Penguatan dollar AS membuat rupiah semakin tertekan.

Hal ini berisiko menggiring dana asing keluar dari Indonesia. Di sisi lain, China justru berupaya untuk melemahkan mata uang yuan demi menaikkan daya saing produknya di pasar global.

Nah, bagi investor dengan orientasi investasi jangka panjang, kondisi IHSG ketika sedang melemah bisa menjadi peluang untuk akumulasi beli.

Cuma, momen terbaiknya kemungkinan sudah dilewati bulan lalu, yakni ketika IHSG terdampar ke 5.600.

Thendra merekomendasikan sektor konsumer, telekomunikasi, dan pertambangan untuk semester kedua tahun ini. Sektor konsumer misalnya, ditopang oleh perhelatan besar seperti Pilkada serentak dan Asian Games.

Tidak kalah pentingnya, kebijakan populis pemerintah seiring mendekati momen pemilu 2019 juga mendukung sektor konsumsi.

Untuk sektor konsumsi, Thendra merekomendasikan beberapa saham, seperti UNVR, ICBP, SIDO, ERAA, HOKI, GGRM, dan HMSP.

Lalu sektor telekomunikasi mendapat sokongan dari potensi peningkatan tarif data dan telekomunikasi setelah menurunnya tingkat persaingan tarif yang terjadi beberapa waktu terakhir. Saham pilihannya adalah TLKM dan EXCL.

Terakhir, sektor tambang didukung oleh terjaganya harga komoditas seperti minyak dengan rata - rata US$ 60–US$ 65 per barel dan batubara di kisaran US$ 100 per metrik ton.

Harga minyak maupun batubara tahun ini masih lebih tinggi jika dibanding tahun lalu. Saham-saham yang bisa dilirik antara lain PTBA, INDY, dan ADRO.

Cuma, Kevin menyarankan investor untuk menghindari sektor perkebunan, terutama kelapa sawit. Ini terkait aturan ekspor ke Eropa yang masih mengganjal serta pergerakan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) yang belum menunjukkan tren positif.


Video Pilihan

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0624 || diagnostic_web = 0.3951

Close [X]
×