kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
FOKUS /

Menata strategi investasi saat rupiah lemah (2)


Rabu, 29 Agustus 2018 / 13:57 WIB

Menata strategi investasi saat rupiah lemah (2)
ILUSTRASI. Menguji Jurus Baru Membentengi Rupiah

Situasi ekonomi global yang penuh ketidakpastian dan masalah yang bersumber dari kebijakan Amerika Serikat masih memberikan tekanan bagi Indonesia.

Nilai tukar rupiah misalnya, sempat menembus ke atas Rp 14.500 per dollar AS (USD). Ini lantas menambah beban current account deficit (CAD) yang sudah membengkak duluan akibat kenaikan impor.

Bagi pasar keuangan domestik, kondisi ini jelas tidak menguntungkan. Investor asing sempat berhamburan keluar dari Indonesia.

Belakangan, secara perlahan, investor asing mulai menggelar aksi beli, meskipun secara keseluruhan sejak awal tahun posisinya masih net sell.

Repotnya, The Federal Reserve (The Fed) diekspektasikan bakal menaikkan Fed Funds Rate (FFR) dua kali lagi tahun ini.

Dengan begitu, terbuka kemungkinan Bank Indonesia (BI) bakal mengikuti langkah tersebut demi menjaga rupiah.

Dus, tekanan yang masih mungkin dialami rupiah bakal kembali merembet ke pasar keuangan. Lantas, seperti apa prospek instrumen investasi pasar keuangan? Apa saja peluang yang bisa dimanfaatkan oleh investor? Simak ulasan berikut.


Reporter: Tedy Gumilar, Wuwun Nafsiah
Editor: Mesti Sinaga
Video Pilihan


Close [X]
×