kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.197
  • EMAS672.000 0,90%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%
FOKUS /

Habis-habisan memagari rupiah (1)

Selasa, 28 Agustus 2018 / 17:52 WIB

Habis-habisan memagari rupiah (1)
ILUSTRASI. Menguji Jurus Baru Membentengi Rupiah

Berita Terkait

Toh, efeknya ke penguatan rupiah tidak bisa dipastikan, apakah bisa bertahan lama atau hanya jangka pendek saja. Sebab, semuanya tergantung perkembangan eksternal.

Masalahnya, tekanan modal asing yang keluar ini masih terus membayangi pasar keuangan dalam negeri. Apalagi, The Fed melempar sinyal: ada kenaikan bunga acuan lanjutan dua kali lagi pada sisa tahun ini.

Kalau BI tak segera ambil sikap, langkah The Fed mendongkrak suku bunga bakal membuat kejatuhan rupiah lebih dalam. “Dari sisi moneter, saya lihat BI sudah taktis.

Tinggal yang perlu dilakukan, bagaimana terus mendorong transaksi berjalan bisa surplus,” kata David.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudistira berpendapat, kebijakan mengandalkan stabilitas nilai tukar rupiah memang tak cukup dari sisi moneter saja. Perlu langkah konkret pemerintah dalam mengendalikan impor.

Selama tidak diimbangi kebijakan dalam menjaga struktur perekonomian lebih kondusif, kendati BI terus menggenjot operasi pasar, rupiah tetap melemah.

Depresiasi rupiah terhadap dollar AS sejak Januari hingga 20 Juli lalu telah mencapai 6,93%. Ini lebih buruk dibandingkan beberapa negara, seperti Malaysia, Vietnam, dan Thailand.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat, pelemahan yang dialami mata uang Malaysia sebesar 0,38%, Vietnam 1,52%, Thailand 2,60%, dan China 4,42%.

Tapi, di bawah Indonesia masih ada Filipina yang terdepresiasi sebesar 7,24% dan India 8,12%. “Yang lebih jelek dari kita cuma dua, pertama peso Filipina, kedua rupee India,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution.

Dan, penguatan rupiah pasca lelang SBI bertahan satu hari saja. Pada 24 Juli, nilai tukar rupiah kembali melemah ke level Rp 14.541 per dollar AS, posisi terlemah sepanjang tahun ini.

Tapi di hari berikutnya, rupiah menguat lagi, dan berlanjut ke hari selanjutnya, Kamis (26/7) rupiah nangkring di Rp 14.443.

Pieter Abdullah, Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, mengatakan, reaktivasi SBI untuk sementara bisa membikin rupiah kuat. “Sebab, SBI memang lebih menarik dari SBN,” jelasnya.

Cuma, penguatan rupiah belum tentu berlanjut. Penguatan rupiah masih memerlukan waktu, tak cukup hanya dengan SBI atau menaikkan suku bunga acuan BI 7-day reverse repo rate.

“Diperlukan satu paket berita bagus yang bisa menyakinkan pasar bahwa ekonomi global terjaga,” ujarnya.

David memandang, penguatan rupiah bisa saja karena animo asing membeli SBN mulai pulih. Pembalikan hot money ke SBN akibat AS bersedia kembali ke meja perundingan membahas perang dagang.


Reporter: Havid Vebri, Merlinda Riska
Editor: Mesti Sinaga
Video Pilihan

TERBARU
Rumah Pemilu
Rumah Pemilu
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0003 || diagnostic_api_kanan = 0.2486 || diagnostic_web = 1.9301

Close [X]
×