kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
FOKUS /

Habis-habisan memagari rupiah (1)


Selasa, 28 Agustus 2018 / 17:52 WIB
Habis-habisan memagari rupiah (1)
ILUSTRASI. Menguji Jurus Baru Membentengi Rupiah

Berita Terkait

Reporter: Havid Vebri, Merlinda Riska | Editor: Mesti Sinaga

Masih di tangan lokal

Cuma, keputusan bank sentral menghidupkan lagi SBI tak langsung membuat otot rupiah menguat. Nilai tukar rupiah malah terperosok semakin dalam ke posisi Rp 14.520 per dollar AS pada 20 Juli.

BI baru menggelar lelang  SBI pada 23 Juli yang hasilnya memang menunjukkan penyerapan dana yang cukup lumayan. Namun, yang menyerap SBI masih terbatas bank lokal peserta operasi moneter.

Dalam lelang tersebut, total penawaran yang masuk Rp 14,24 triliun. Tapi, BI hanya menyerap Rp 5,97 triliun.

Dari bidding rate yang masuk, BI pun cuma memberikan bunga 6,25% untuk SBI tenor 9 bulan dan 6,35% buat tenor 12 bulan. Meski begitu, rupiah berhasil menguat, kembali menuju level Rp 14.400, persisnya Rp 14.454.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Nanang Hendarsah mengakui, hasil lelang SBI tersebut belum ada yang jatuh ke pihak asing.

Menurutnya, bank asing bisa memiliki SBI sekitar satu minggu atau tujuh hari setelah dibeli oleh bank lokal peserta operasi moneter terlebih dahulu.

Setelah tujuh hari, bank lokal boleh menjualnya ke bank atau individu asing. Pihak asing yang memegang SBI juga harus menahan kepemilikannya selama tujuh hari lagi, setelah itu baru bisa dijual.

“Jadi, dilakukan holding supaya SBI tak digunakan keluar masuk dalam jangka pendek,” tegas Nanang.

Meski begitu, selama periode itu, pemilik SBI bisa melakukan  transaksi untuk repo, outright, hibah, dan pengagunan.

“Langsung ke BI, tak perlu menunggu tujuh hari. Tapi kalau transaksi antarbank maupun pembeli harus tunggu tujuh hari dari waktu pembelian,” ujar Nanang.

BI, Nanang memastikan, bakal mengontrol penuh kepemilikan asing atas SBI. “Semua pengalihan domestik ke asing kami tahu nama dan sebagainya,” imbuh Nanang.

Memang, Ekonom BCA David Sumual melihat, ketersediaan fasilitas SBI bukan tidak mungkin akan membuat aliran modal asing kembali membanjiri pasar keuangan Indonesia. Apalagi, asing merasa berinvestasi di instrumen ini lebih aman.

Ditambah, animo asing untuk membeli surat berharga negara (SBN) sudah mulai pulih. Menurut data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, asing kembali bergairah membeli obligasi Pemerintah RI sejak awal Juli.

Porsi asing tercatat bertambah jadi 37,8% per 20 Juli, dari 37,7% di akhir Juni, atau ada aliran dana asing masuk ke SBN Rp 11,7 triliun.



Video Pilihan

TERBARU

×