kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR15.237
  • EMAS623.158 -0,48%
FOKUS /

Era baru sertifikasi halal

Senin, 16 April 2018 / 17:26 WIB

Era baru sertifikasi halal
ILUSTRASI. Logo Halal MUI



Kelar bulan ini

Meski belum ada titik temu, Kemenag sangat berharap, RPP JPH bisa terbit dalam  waktu dekat. “Mudah-mudahan Maret bisa selesai. Kami butuh penyelesaian lebih cepat. Ada banyak hal yang harus kami lakukan ke depan,” imbuh Syam.

Maklum, tanpa ada PP JPH, BPJPH yang sudah terbentuk tak bisa bekerja maksimal. Kemenag sendiri meresmikan BPJPH, Oktober 2017. “Karena RPP belum kelar, pekerjaan kawan-kawan BPJPH jadi terkendala,” imbuh Syam.

Kalau tidak ada aral melintang, pemerintah bakal memberlakukan aturan kewajiban sertifikasi halal mulai Juni 2019 mendatang. Sejak saat ini, semua barang dan jasa yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di wilayah negara kita mesti bersertifikat halal.

Kelak, kewajiban bersertifikat halal berlangsung bertahap.

Tahun kesatu produk yang wajib memiliki sertifikat halal adalah barang dan jasa yang terkait makanan dan minuman.

Tahun kedua, produk berupa barang dan jasa yang berhubungan dengan kosmetik, produk kimiawi, produk rekayasa genetik, serta barang gunaan yang dipakai, digunakan, atau dimanfaatkan masyarakat. Tahun ketiga, barang dan jasa yang terkait obat dan produk biologi.

Berbekal beleid ini, BPJPH bisa melaksanakan tugas dan wewenangnya secara penuh. Ambil contoh, melakukan registrasi, sertifikasi, dan penentuan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH).

Kendati ruang geraknya masih terbatas, lembaga yang mengakhiri kewenangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam mengeluarkan sertifikat halal ini sudah mulai bekerja menyiapkan infrastruktur pendukung. Misalnya, sistem pelayanan online untuk masyarakat atau badan usaha yang ingin mengurus sertifikat halal.

Kepala BPJPH Sukoso mengatakan, sampai sekarang, lembaganya masih terus melakukan perbaikan sistem layanan daring itu. “Sistem online ini juga berlaku bagi LPH yang ingin mendaftar atau registrasi ke BPJPH,” tambahnya.

Pembentukan LPH juga merupakan amanat UU JPH. Pasal 7 beleid ini menyebutkan, dalam penyelenggaraan jaminan produk halal, BPJPH juga bekerjasama dengan LPH.

Padahal, Sukoso membeberkan, cukup banyak pihak yang tertarik menjadi LPH. Saat BPJPH menggelar rapat koordinasi calon LPH belum lama ini, ada sekitar 50 peserta dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta yang mengajukan diri sebagai lembaga yang melakukan pemeriksaan dan pengujian kehalalan produk itu.

Pemerintah memang membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat termasuk organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam dan perguruan tinggi mendirikan LPH.

Tapi, Kepala Pusat Kerjasama dan Standardisasi Halal BPJPH Nifasri menyampaikan, LPH wajib terakreditasi. BPJPH bekerjasama dengan Komite Akreditasi Nasional (KAN) akan melakukan akreditasi.

Selain itu, setiap LPH minimal harus punya tiga auditor halal yang memenuhi syarat. Persyaratannya adalah warga negara Indonesia (WNI), beragama Islam, berpendidikan minimal strata satu (S1) dari bidang ilmu tertentu, memiliki wawasan luas mengenai kehalalan produk, serta mengantongi sertifikat dari MUI.

Sedang syarat pendirian LPH: mempunyai kantor sendiri dan perlengkapannya, akreditasi dari BPJPH, serta laboratorium atau kesepakatan kerjasama dengan lembaga lain yang memiliki laboratorium.

Nah, Nifasri menjelaskan, dalam proses sertifikasi halal, BPJPH akan menggandeng LPH yang berwenang mengaudit, menilai, dan menguji kehalalan sebuah barang atau jasa.


SERTIFIKAT HALAL

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0010 || diagnostic_api_kanan = 1.8539 || diagnostic_web = 3.0267

Close [X]
×