kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
FOKUS /

Dampak perang dagang oleh Trump: Neraca perdagangan kita meradang (1)

Rabu, 08 Agustus 2018 / 14:27 WIB

Dampak perang dagang oleh Trump: Neraca perdagangan kita meradang (1)
ILUSTRASI. Menakar Dampak Perang Dagang



Berita Terkait

 ◆ Stimulus Belum Cukup, Butuh Dukungan Lain Juga

Genderang perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China sudah ditabuh.

Perseteruan dua raksasa ekonomi dunia ini bisa membuat defisit neraca perdagangan Indonesia semakin melebar. Untuk menekan defisit agar tidak makin lebar, pemerintah perlu memberikan stimulus untuk mendorong ekspor.

Ekonom BCA David Sumual mengatakan, stimulus tersebut bisa dalam bentuk pemberian subsidi kredit. Di luar negeri, ada fasilitas kredit ekspor yang ditunjang oleh pemerintahnya.

“Biasanya, ekspor dibiayai bank-bank di luar negeri. Nah, produk unggulan kita juga harus didukung bank-bank pemerintah. Ini momentum yang tepat untuk kembali mendorong itu,” imbuh David.

Pemerintah memiliki Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atawa Indonesia Eximbank. Alhasil, pemerintah tinggal membuat regulasi saja untuk mendorong pembiayaan berbunga rendah.

“Ini perlu peran pemerintah termasuk dari Kementerian Keuangan. Ekspor apa yang diberikan subsidi bunga, subsektor, syarat dan ketentuannya, serta negaranya, perlu panduan untuk ini,” ucap David.

Menurut Wakil Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia Shinta Widjaja Kamdani, kalau pemerintah merealisasikan stimulus tersebut itu merupakan inisiatif yang sangat baik.

Pengusaha membutuhkan pembiayaan berbunga rendah terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor makanan dan minuman serta kerajinan. “Tentunya sangat baik inisiatif itu,” kata dia.

Untuk itu, pemerintah perlu kembali memetakan produk-produk ekspor unggulan. Saat ini, produk yang diprioritaskan untuk ekspor, misalnya, minyak kelapa sawit, tekstil, dan alas kaki.

Namun, Shinta mengingatkan, pembiayaan bukan satu-satunya masalah dalam kegiatan ekspor. Perlu juga dukungan berupa pengembangan produk dan promosi untuk penetrasi pasar.

Sebelumnya, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, untuk mendorong peningkatan ekspor, pemerintah akan mengoptimalkan National Interest Account (NIA).

Ini adalah penugasan khusus pemerintah kepada LPEI untuk menyediakan pembiayaan ekspor atas transaksi atau proyek yang dianggap perlu, tapi secara komersial sulit dilaksanakan.

Bentuknya, bisa pembiayaan, penjaminan, dan asuransi ekspor. “Untuk membantu eksportir guna menerobos pasar ekspor yang baru,” ujarnya.       

Berikutnya: Indonesia di ambang perang dagang dengan AS? (2)

Artikel ini sebelumnya sudah dimuat di Laporan Utama Tabloid KONTAN edisi 16 Juli- 22 Juli  2018. Artikel berikut data dan infografis selengkapnya silakan klik link berikut: "Perang Dagang, Neraca Meradang"

 


PERANG DAGANG GLOBAL

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0006 || diagnostic_api_kanan = 0.0837 || diagnostic_web = 0.3572

Close [X]
×