kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR15.197
  • EMAS622.149 -0,48%
FOKUS /

Dampak perang dagang oleh Trump: Neraca perdagangan kita meradang (1)

Rabu, 08 Agustus 2018 / 14:27 WIB

Dampak perang dagang oleh Trump: Neraca perdagangan kita meradang (1)
ILUSTRASI. Menakar Dampak Perang Dagang



Berita Terkait

Ganggu ekspor

Genderang perang dagang ini sontak membuat banyak negara kalang kabut. Soalnya, perang dagang yang disebut-sebut terbesar dalam sejarah ekonomi dunia itu bakal memicu stagnasi perekonomian global dan penurunan pasar saham.

Selain itu, banyak ekonomi negara lain yang secara langsung maupun tidak langsung juga terkena dampak perang dagang AS dan China. Tentu, tak terkecuali Indonesia.

Mohammad Faisal, Direktur Penelitian Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia, memperkirakan, efek perang dagang dua raksasa dunia itu bakal membuat defisit neraca perdagangan kita berlanjut hingga semester II-2018.

Sebab, aksi proteksi yang diterapkan kedua negara itu akan menghambat laju ekspor sejumlah komoditas unggulan Indonesia. Komoditas unggulan yang akan terkena dampak adalah minyak kelapa sawit mentah alias crude palm oil (CPO) dan karet.

Menurut Faisal, posisi Indonesia yang berada di rantai pasok paling bawah sebagai pemasok bahan baku industri menjadi sebab utama kenapa negara kita rentan terhadap perang dagang AS-China.

Di sisi lain, Indonesia berpotensi kebanjiran limpahan produk dari China. Salah satunya, produk baja sebagai salah satu komoditas negeri tembok raksasa yang dipungut bea masuk tinggi di negeri Uak Sam.

Nah, saat ekspor melambat dan impor melejit, maka permintaan valas semakin tinggi. “Dan ujungnya, rupiah rentan terdepresiasi,” ujar Faisal.

Terlebih, AS tengah mengevaluasi sekitar 124 produk ekspor asal Indonesia, termasuk tekstil, tripleks (plywood), kapas, dan beberapa hasil perikanan, seperti udang dan kepiting.

Langkah itu guna menentukan produk apa saja yang masih layak menerima fasilitas berupa Generalized System of Preferences (GSP). Sistem ini merupakan kebijakan perdagangan suatu negara yang memberi pemotongan tarif bea masuk terhadap produk ekspor (lihat: Indonesia di ambang perang dagang ).

Selain mengganggu kinerja ekspor impor, perang dagang AS-China bisa berdampak ke investasi. “Karena menimbulkan ketidakpastian di kalangan pengusaha dan investor,” ungkap Thomas Lembong.

Tak pelak, pemerintah pun berupaya keras mengantisipasi pengaruh buruk dari perang dagang tersebut. Salah satu strategi yang pemerintah siapkan ialah memacu ekspor dan mengurangi impor.

Darmin mengaku, pemerintah sudah mengidentifikasi langkah apa saja yang perlu dilakukan untuk mempercepat kenaikan ekspor. Pemerintah juga berencana membentuk kelompok kerja (pokja) untuk mengawal kebijakan ini.

Pokja ini terdiri dari Kementerian Perdagangan (Kemdag), Kementerian Perindustrian (Kemperin), dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

“Harapannya, dalam waktu tidak terlalu lama kami ingin defisit neraca perdagangan mulai mengecil dan kami ubah jadi positif,” imbuh Darmin.
Siapkan stimulus

Untuk itu, pemerintah juga mengidentifikasi produk impor yang bisa ditekan, biar disparitas neraca dagang tidak terlalu besar.

Namun, pemerintah akan secara hati-hati agar perlambatan impor tak menekan pertumbuhan ekonomi. “Kami masih mengkaji, laju impor yang bisa agak diperlambat yang mana saja,” tambah Darmin.

Menurut Haris Munandar, Sekretaris Jenderal Kemperin, perang dagang AS-China berpotensi membawa pengaruh ke sektor industri manufaktur terutama industri baja.

“Sektor baja harus kami persiapkan agar tak kebanjiran produk impor. Kalau dibanjiri produk impor, tentu sulit untuk bisa meningkatkan utilisais pabrik dalam negeri,” ujarnya.


PERANG DAGANG GLOBAL

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0005 || diagnostic_api_kanan = 0.0620 || diagnostic_web = 0.4695

Close [X]
×