kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.791
  • SUN92,51 0,63%
  • EMAS614.076 0,00%
FOKUS /

Ada borok di tubuh induk BUMN Keuangan (2)

Rabu, 07 Maret 2018 / 16:06 WIB

Ada borok di tubuh induk BUMN Keuangan (2)
ILUSTRASI. IHSG anjlok lagi



Berita Terkait


Sebelumnya: Menanti Kehadiran Holding Keuangan

 

Hasil Pemeriksaan Si Induk Semang

PT Danareksa (Persero) bukan nama kemarin sore di industri jasa keuangan tanah air. Perusahaan ini punya segudang pengalaman yang sulit disaingi perusahaan sejenis di tanah air. Dus, tidak terasa aneh saat pemerintah menunjuk perusahaan pelat merah itu sebagai holding badan usaha milik negara (BUMN) perbankan dan jasa keuangan.

Tambahan lagi, Danareksa juga perusahaan pelat merah yang 100% sahamnya dimiliki negara. Jadi, kontrol sepenuhnya ada di tangan negara melalui pemerintah. Persis seperti PT Pertamina (Persero) yang sebentar lagi sah sebagai holding BUMN migas dan PT Inalum (Persero) yang menjadi induk BUMN pertambangan.

Jejak Danareksa bisa diurai dari era 1970-an. Ia menjadi pionir, dan tidak terelakkan menjadi tonggak bagi perkembangan industri jasa keuangan di Indonesia. Tanpa kontribusi Danareksa, rasa-rasanya sulit bisa melihat wajah industri jasa keuangan, terutama pasar saham dan reksadana, bisa berkembang seperti sekarang.

Namun perjalanan Danareksa tidak melulu dihiasi prestasi. Satu dua kali, mereka juga tersandung urusan yang tidak mengenakkan. Beberapa di antaranya terekam dalam audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Hasil audit ini memang muncul sebelum mencuatnya rencana pembentukan holding BUMN perbankan dan jasa keuangan.

Namun, seiring munculnya nama Danareksa yang digadang-gadang sebagai induk perbankan dan perusahaan jasa keuangan bonafide di negeri ini, menarik melihat kembali seperti apa hasil audit tersebut. Mengingat, di tangan Danareksa wajah masa depan industri keuangan negeri ini bakal dilukis.

Audit itu bertajuk Laporan Hasil Pemeriksaan Atas Pemeriksaaan Dengan Tujuan Tertentu (LH PDTT) Tahun Buku 2015 dan Semester I 2016 PT Danareksa (Persero) dan anak usahanya.

Dalam dokumen hasil audit yang diperoleh KONTAN dari BPK, auditor keuangan negara itu menyebut alasan pemeriksaan lantaran sudah delapan tahun Danareksa belum diperiksa dan dievaluasi oleh BPK. Pemeriksaan terakhir dilakukan pada tahun 2007.

PT Danareksa Sekuritas juga pernah di-suspend oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2015 yang disebabkan kelemahan dalam sistem pengendalian intern dan manajemen risiko.

Sekadar menyegarkan ingatan, pada 11 November 2015 Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspend) aktivitas perdagangan tiga Danareksa Sekuritas, PT Reliance Securities Tbk dan PT Millenium Danatama Sekuritas.

Langkah otoritas bursa ini seiring dugaan kasus perdagangan semu dan gagal bayar transaksi gadai saham (repo) PT Sekawan Intipratama Tbk (SIAP).

Suspensi hanya berumur sehari, namun efeknya menjalar ke mana-mana. Sehari usai suspensi, Menteri Negara BUMN Rini Soemarno meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan mengaudit investigasi Danareksa Sekuritas. “Saya sedih dan kecewa kejadian ini menimpa sekuritas milik negara,” kata Rini kala itu.

Peristiwa itu rupanya tidak cuma memantik kesedihan dan kekecewaan Rini. BPK juga ikut tertarik memeriksa pengelolaan bisnis, investasi, pendapatan, dan biaya operasional Danareksa dan anak-anak usahanya.


Reporter: Arsy Ani Sucianingsih, Ragil Nugroho, Tedy Gumilar
Editor: Mesti Sinaga

HOLDING BUMN

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0007 || diagnostic_api_kanan = 0.0726 || diagnostic_web = 0.3496

Close [X]
×