: WIB    —   
indikator  I  
FOKUS /

Siap-siap, properti menanti musim semi (2)

Siap-siap, properti menanti musim semi (2)

Oh ya, tambahan pasokan di CBD ini berasal dari tujuh gedung perkantoran di kawasan Sudirman, Gatot Subroto, dan Rasuna Said, di antaranya Pacific Century Place Tower, Telkom Landmark Tower II, dan The Tower.

Dus, alih-alih menaikkan tarif sewa, pemilik gedung kini malah berlomba memberikan diskon menarik untuk calon tenant. Sebagai gambaran, tarif sewa gedung perkantoran kelas premium di CBD kini minimal Rp 350.000 m²/bulan.

Beberapa pengelola gedung baru mencoba menarik penyewa dengan menawarkan harga di bawah itu. Terlebih, buat calon penyewa yang membutuhkan ruang dalam ukuran besar.

Makanya kini marak terjadi, penyewa memanfaatkan kondisi tersebut dengan pindah ke gedung baru yang menawarkan tarif sewa yang lebih kompetitif. “Ada gedung baru di CBD tarif sewanya US$ 30 per meter persegi per bulan. Diskonnya bisa 20% dari publish rate,” tutur Anton.

Ali Tranghanda, CEO Indonesia Property Watch juga melihat fenomena sama. Pasar sewa ruang kantor di kawasan CBD mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.

Akibatnya, tarif sewa mengalami koreksi kurang dari 5%. “Ruang kantor yang disewakan banyak tapi ternyata penyewanya belum banyak,” ujar Ali.

Nasib baiknya, industri berbasis teknologi informasi seperti e-commerce kini mulai berkembang. Semua perusahaan e-commerce memilih Jakarta sebagai kantor pusatnya di Indonesia.

Catatan Savills, perusahaan-perusahaan e-commerce menempati ruang perkantoran di Jakarta dengan total luas tidak kurang dari 35.385 m². Paling banyak berada di kawasan CBD, yakni sebanyak 22.535 m². Yang paling besar Tokopedia Tower di Kuningan seluas 13.600 m².

Jika dilihat dari tren perkembangan industri teknologi di Indonesia, ada harapan pasar di segmen penyewa ini bakal berkembang. Apalagi, lanjut Anton, suntikan dana besar masih belum berhenti mengucur ke industri teknologi informasi.

Diperkirakan, jumlah perusahan rintisan (start-up) akan bertumbuh 6,5 kali lipat hingga mencapai 13.000 perusahaan pada tahun 2020. Mayoritas perusahaan di industri teknologi bergerak di bidang teknologi informasi, pengembang software, dan e-commerce.

Merujuk kalkulasi ini, pada tahun 2020 kebutuhan industri teknologi terhadap ruang perkantoran mencapai satu juta m2.


Reporter Arsy Ani Sucianingsih, Ragil Nugroho, Tedy Gumilar
Editor Mesti Sinaga

INDUSTRI PROPERTI

Feedback   ↑ x
Close [X]