kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.175
  • SUN98,94 0,36%
  • EMAS612.058 -0,16%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%
FOKUS /

Pembatasan impor tembakau justru jadi kompor (1)

Selasa, 16 Januari 2018 / 14:18 WIB

Pembatasan impor tembakau justru jadi kompor (1)
ILUSTRASI. Harga tembakau Madura
Berita Terkait

Maksudnya Baik, Jadi Kontraproduktif

Kebiasaan membikin aturan tanpa perhitungan, persiapan, dan koordinasi yang matang kembali berulang. Seolah tanpa bosan, kebiasaan buruk ini membuat aturan pemerintah yang sebetulnya bermaksud baik, malah seperti tak bermuruah.

Tengok saja Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 84 tahun 2017 tentang Ketentuan Impor Tembakau. Beleid ini diteken Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita pada 2 November 2017. Mestinya, berdasar pasal terakhir di Permendag tersebut, regulasi ini mulai berlaku 8 Januari 2018.

Namun, hingga tulisan ini naik cetak, tidak jelas bagaimana aturan tersebut akan dilaksanakan. Sampai detik ini, masih dibicarakan bagaimana teknis pelaksanaan aturan ini. Apakah dibentuk satuan khusus atau di bawah Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkebunan Kementerian Pertanian.

Mekanisme dan aturan main yang jelas diperlukan lantaran aturan ini hanya akan berjalan maksimal jika dibarengi pengawasan yang baik. Ambil contoh soal pemberian rekomendasi dari Kementerian Pertanian (Kementan) sebagai syarat mendapatkan persetujuan impor.

Pabrik rokok yang ingin mengimpor tembakau, harus melampirkan fotokopi bukti telah menyerap tembakau lokal. Cuma, tidak jelas bagaimana caranya Kementan akan mengawasi dan memvalidasi penyerapan tembakau lokal oleh pabrikan.

Hal menarik lainnya, kewajiban menyerap tembakau lokal hanya dibebankan kepada perusahaan pemilik API-P (Angka Pengenal Importir-Produsen). Sementara untuk importir umum (perusahaan pemilik Angka Pengenal Importir-Umum) tidak dicantumkan kewajiban yang serupa.

Importir umum hanya diwajibkan untuk melampirkan rencana distribusi tembakau yang akan diimpor. Rencana distribusi ini berdasarkan kontrak pemesanan kebutuhan Tembakau dari industri kecil dan menengah atau industri yang tidak melaksanakan importasi tembakau sendiri.

Dus, lagi-lagi tanpa pengawasan yang bagus, siapa yang bisa menjamin tembakau impor dari importir umum tidak merembes ke pabrikan besar yang sebetulnya punya kewajiban menyerap tembakau lokal. Alih-alih menolong petani lokal, aturan ini malah berpotensi membuat tembakau impor makin meluber tak terkendali.

Belakangan, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan menyebut, minimal harus ada komitmen dari importir. Bahwa, mereka akan menyerap tembakau lokal sebelum mendapatkan ijin mengimpor tembakau.


Reporter: Abdul Basith, Arsy Ani Sucianingsih, Ragil Nugroho, Tedy Gumilar
Editor: Mesti Sinaga

TEMBAKAU

Tag
Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel santika premiere Slipi
26 July 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.1562 || diagnostic_web = 0.3672

Close [X]
×