: WIB    —   
indikator  I  
FOKUS /

Pangkas massal anak cucu BUMN (2)

Pangkas massal anak cucu BUMN (2)

Namun perlu diingat, ketika sebuah BUMN menjadi anggota holding, proses perubahan dalam komposisi pemegang sahamnya tetap mengikuti peraturan yang berlaku.

“Karena ada saham dwiwarna di sana. Jadi induk perusahaan atau BUMN holding-nya tidak serta-merta mempunyai kuasa penuh atas saham BUMN yang dimilikinya,” papar Imam.

Terlepas dari itu, sejauh ini pemerintah tidak berencana menggelar privatisasi. Bahkan untuk BUMN yang sakit secara bisnis dan keuangan.

Sebelumnya, memang sempat menguat wacana untuk menjual BUMN-BUMN yang sakit. Namun, opsi yang kemudian dipilih adalah membangun performa BUMN-BUMN tersebut melalui sinergi dengan perusahaan pelat merah yang sehat secara bisnis dan keuangan.

Bentuknya, misalnya dengan memberikan peluang bisnis kepada BUMN-BUMN sakit agar bisa mempertahankan dan mengembangkan usahanya.

Seperti ramai diberitakan, hingga semester I-2017 ada 24 BUMN yang masih merugi. Nilai kerugiannya mencapai Rp 5,85 triliun. Sebagai perbandingan, pada semester pertama tahun lalu, jumlah BUMN yang masih menanggung rugi sebanyak 27 perusahaan. Sementara nilai kerugiannya mencapai Rp 5,82 triliun.

Said mengingatkan, pemerintah mesti mengkaji ulang holding yang sudah direncanakan. Beberapa holding menurutnya tidak mendesak untuk dibentuk. Misalnya, holding BUMN karya yang tidak membuat leverage-nya bertambah. Sebab, aset perusahaan konstruksi hanya alat berat dan SDM.

Selain itu, pembentukan holding juga mesti mengeliminir risiko, terutama saat menyangkut BUMN yang sakit secara keuangan. Istilahnya, jangan sampai BUMN yang sakit menggerogoti BUMN yang sehat.

“Contoh di PTPN, holding dilakukan tidak dengan hati-hati. Jadinya sampai sekarang sulit berkembang,” ujar Said.
Jadi, ada banyak jalan menuju Roma yang tidak bikin gaduh, ya, Pak!

* Artikel ini sebelumnya sudah dimuat di Laporan Utama Tabloid KONTAN edisi 6 November- 12 November 2019. Artikel berikut data dan infografis selengkapnya silakan klik link berikut: "Ada Opsi yang Tidak Bikin Gaduh"


Reporter Agus Triyono, Arsy Ani Sucianingsih, Ragil Nugroho, Tedy Gumilar
Editor Mesti Sinaga

HOLDING BUMN

Feedback   ↑ x
Close [X]