kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.316
  • LQ451.100,19   1,30   0.12%
  • SUN106,45 -0,03%
  • EMAS588.852 0,00%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%
FOKUS /

Ngeri-ngeri sedap bitcoin (2)

Rabu, 20 Desember 2017 / 15:17 WIB

Ngeri-ngeri sedap bitcoin (2)

A copy of bitcoin standing on PC motherboard is seen in this illustration picture, October 26, 2017. Picture taken October 26, 2017. REUTERS/Dado Ruvic

Menurut Oscar, sistem ethereum kini telah digunakan beberapa perusahaan besar, termasuk Microsoft. Tak heran, meski dirilis pertama kali pada pertengahan 2015 lalu, mata uang digital ethereum langsung naik daun dan menjadi pesaing ketat bitcoin. Kini, kapitalisasi pasar ethereum berada di urutan kedua setelah bitcoin.

Sementara itu, mata uang digital baru terus bermunculan. Misalnya, sekarang tengah berlangsung penawaran koin perdana alias initial coin offering (ICO) ethconnect. Di beberapa forum koin digital, ethconnect disebut-sebut sebagai the next bitconnect.

Oscar mengatakan meski perusahaannya ada embel-embel bitcoin, namun tetap saja netral terhadap seluruh mata uang kripto. Karena Bitcoin Indonesia memang menyediakan produk uang virtual selain bitcoin.

“Perusahaan kami itu netral pada semua cryptocurrency. Di tempat kami diperdagangkan berbagai mata uang kripto seperti ethereum, litecoin bahkan bitcoin cash. Kami adalah platform marketplace, kami bukan sistem pembayaran,” ujar dia. Yang pasti perusahaannya mendukung terus inovasi teknologi dari public blockchain.

Berbagai macam produk dengan masing-masing pergerakan harganya, membuat trader punya strategi khusus dalam memilih produk mata uang kripto. Seperti yang dialami oleh Yos Affandi trader cryptocurrency yang mengaku tidak hanya fokus ke bitcoin saja.

Yos mengaku mencari peluang cuan dari berbagai produk uang vertikal. “Prinsip saya yang penting naik,” katanya.

Misalnya saja di tengah reli kenaikan harga bitcoin,  Yos mencoba untuk membeli Coin XZC atau Zcoin pada dua minggu lalu. Hingga saat ini, koin yang mulai awal September lalu diperjualbelikan di situs bitcoinindonesia.com ini, kini telah mengalami kenaikan 110%.

Namun, yang menjadi catatan bagi trader, adalah tidak selalu saat bitcoin mengalami kenaikan harga, maka produk lainnya ikut terangkat. “Kebanyakan mata uang kripto lain yang pair dengan bitcoin akan tertekan, sedangkan yang pair dengan IDR atau US$, cenderung akan naik,” jelas Yos yang berumur 32 tahun ini.

Oscar menambahkan, masing-masing trader punya kacamata sendiri saat melihat berbagai produk uang virtual ini. Belakangan, mata uang dengan kapitalisasi pasar yang terbesar adalah bitcoin. Di belakangnya, ada etherum dan bitcoin cash.

Namun tidak tertutup kemungkinan, produk lain juga ikut terkerek naik harganya. “Lihat saja, inovasi mana yang akhirnya memenangkan hati masyarakat dunia,” ujar Oscar.
Yos mencontohkan salah satu yang membuat harga naik adalah adanya event besar yang dilakukan oleh koin. Atau ada upgrade yang dilakukan oleh salah satu uang virtual.

Misalnya XLM yang sebelumnya mengumumkan bekerjasama dengan IBM. Atau Ripple (XRP) yang menggandeng Amex. “Potensi keuntungan bisa 20%–200%,” ujar Yos.


Reporter Arsy Ani Sucianingsih, Lamgiat Siringoringo
Editor : Mesti Sinaga

CRYPTOCURRENCIES

Berita terbaru Fokus

TERBARU
MARKET
IHSG
18,23
6.490,90
0.28%
 
US/IDR
13.331
-0,25
 
KONTAN TV
Hotel Santika Premiere Slipi - Jakarta
26 February 2018 - 27 February 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy