kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.619
  • EMAS590.870 -0,68%
FOKUS /

Menyoal kelayakan alat berat konstruksi (2)

Selasa, 10 April 2018 / 14:16 WIB

Menyoal kelayakan alat berat konstruksi (2)
ILUSTRASI. Alat Berat PT Intraco Penta Prima Servis (IPPS)
Berita Terkait

BUMN ikut mencuil kue
 

Tak hanya perusahaan swasta, perusahaan penyedia jasa sewa alat berat juga ada yang berstatus pelat merah. Seperti PT PP Presisi Tbk. Di bisnis sewa alat berat ini, emiten berkode saham PPRE itu fokus melayani pesanan alat berat untuk induk usahanya, yakni PT PP Tbk (PTPP)

Sampai kuartal III-2017, PPRE mencatat pendapatan bisnis rental Rp 148,8 miliar atau 16% dari total pendapatannya Rp 930 miliar.

Benny Pidakso, Direktur Keuangan PPRE, menyatakan, perusahaannya  membidik pendapatan penyewaan alat berat tahun ini Rp 490 miliar atau 10% dari target pendapatan keseluruhan Rp 4,9 triliun.

Namun sayangnya, di tengah geliat bisnis penyewaan alat infrastruktur itu, pelaku bisnis ini mengeluhkan minimnya pasokan alat berat.

Salah satunya,  perusahaan distributor alat berat PT United Tractors Tbk (UNTR). Akibat kurang pasokan alat berat dari prinsipal, penjualan alat berat konstruksi UNTR tahun lalu justru turun 10% menjadi 909 unit dari 1.003 unit di 2016.

Penurunan  penjualan itu juga terjadi, “Karena kompetisi sektor konstruksi semakin ketat,” kata Ari Setiyawan, Investor Relation UNTR.

Agar proyek konstruksi tetap berjalan, pemerintah pun kemudian membuka opsi impor alat berat bekas. Saat itulah, kontraktor asing ambil kesempatan impor alat berat sendiri untuk menggarap proyeknya di Indonesia. “Bagi pemerintah yang penting proyek selesai,” tuding Sjahrial.

Selain kontraktor asing, impor alat berat bekas juga dilakukan oleh perusahaan alat berat dalam negeri.

Namun kini, impor alat berat bekas tak lagi menarik. “Sekarang harganya mahal,” kata Benny yang juga menjabat Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Rekondisi Alat Berat dan Truk Indonesia (Aparati).

Rupanya, banyak negara mengincar alat berat bekas dari Jepang atau negara lainnya, sehingga hukum ekonomi pun berlaku, “Harga alat berat bekas otomatis jadi naik, sehingga selisih harganya bersaing dengan alat berat baru buatan China,” ujar Benny.


Reporter: Adinda Ade Mustami, Asnil Bambani Amri, Fransiska Firlana
Editor: Mesti Sinaga

PROYEK INFRASTRUKTUR

TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0007 || diagnostic_api_kanan = 0.0540 || diagnostic_web = 0.2666

Close [X]
×