kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.923
  • SUN98,38 -0,17%
  • EMAS611.050 0,00%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%
FOKUS /

Menyoal kelayakan alat berat konstruksi (2)

Selasa, 10 April 2018 / 14:16 WIB

Menyoal kelayakan alat berat konstruksi (2)
ILUSTRASI. Alat Berat PT Intraco Penta Prima Servis (IPPS)
Berita Terkait



Sebelumnya: "Menyoal kelayakan alat berat konstruksi (1); Menilik Kelayakan Operasional Alat Berat

Berebut Menyewakan Alat Berat

Keinginan pemerintah melipatgandakan proyek infrastruktur berbuah manis bagi pebisnis alat berat, terutama pebisnis penyewaan alat berat. Perusahaan penyedia jasa penyewaan alat berat pun bermunculan, termasuk pemain asing (Baca: Ketika Asing Dian-Diam Ingin Main Sendiri).

Banyak pula perusahaan yang dulu hanya berjualan alat berat, kini ikutan pula berbisnis menyewakan aneka jenis alat berat.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memang ingin menggenjot proyek infrastruktur pada masa pemerintahannya. Hal ini tampak dari anggaran infrastruktur yang naik saban tahun.

Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018, anggaran infrastruktur mencapai Rp 409 triliun, naik dibanding anggaran di tahun 2017 sebesar Rp 387,3 triliun.

Selain dari APBN, pembiayaan proyek infrastruktur dari badan usaha milik negara (BUMN) dan perusahaan swasta juga menjadi obat kuat.

“Proyek itulah yang menyelamatkan bisnis alat berat usai bisnis tambang tumbang tahun 2013-2014,” kata Benny Kurniajaya, Presiden Direktur PT Jakarta International Machinery Centre (Jimac) Group.

Kenaikan permintaan alat berat untuk infrastruktur itu mulai terlihat sejak pertengahan 2015, saat dana proyek infrastruktur mulai mengucur. Adapun jenis alat berat infrastruktur yang banyak dibutuhkan adalah crane, alat mengangkat material di proyek konstruksi.

“Perusahaan rental saya (Rental Perkasa) punya 50 crane, sekarang tersewa semua,” kata Benny yang kini tengah dalam proses pengadaan 100 crane untuk dia sewakan lagi.

Beberapa jenis crane yang dibutuhkan untuk infrastruktur antara lain; crawler crane, mobil crane (truck crane), tower crane, hidraulis crane dan hoist crane. Merek crane itu beragam, dari merek Jepang seperti Komatsu, hingga merek Amerika seperti Caterpillar dan merek China seperti Sany.

Selain crane, jenis alat berat konstruksi yang ramai disewakan adalah wheel loaders, atau alat berat beroda yang berfungsi mengangkut dan memindahkan material. Ada juga buldoser serta eskavator. Berbeda dengan crane, ekskavator dan buldoser telah banyak yang dirakit di dalam negeri.

Namun, kebanyakan alat berat konstruksi yang disewakan berasal dari impor. Sjahrial Ong, Ketua Dewan Pembina Asosiasi Pengusaha dan Pemilik Alat Konstruksi Indonesia (Appkasi) mengatakan, crane yang ada di Indonesia semuanya impor. “Kalau alat berat tambang sudah banyak yang dirakit di Indonesia,” jelas Sjahrial.

Kebutuhan alat berat konstruksi yang terus berkembang, membuat banyak perusahaan rental alat berat ekspansi dengan menambah alat baru. Selain itu banyak juga perusahaan baru yang bermunculan.

Berdasarkan penelusuran KONTAN, ada banyak perusahaan penyewaan alat berat yang menawarkan jasa mereka di internet. Namun, beberapa perusahaan yang dihubungi KONTAN, enggan diwawancarai.


Reporter: Adinda Ade Mustami, Asnil Bambani Amri, Fransiska Firlana
Editor: Mesti Sinaga

PROYEK INFRASTRUKTUR

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0007 || diagnostic_api_kanan = 0.0544 || diagnostic_web = 0.2344

Close [X]
×