kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.619
  • EMAS590.870 -0,68%
FOKUS /

Menguak hubungan ekonomi RI-Israel: Geliat bisnis wisata rohani (1)

Selasa, 17 Juli 2018 / 16:34 WIB

Menguak hubungan ekonomi RI-Israel: Geliat bisnis wisata rohani (1)
ILUSTRASI. Masjidil Aqsa
Berita Terkait

Rio Pattiselano bisa sedikit bernafas lega, karena akhirnya bisa memberangkatkan puluhan peserta tur wisata rohani ke Kota Yerusalem dan sekitarnya, pada liburan Lebaran kemarin.

Maklum, ia sempat ketar-ketir lantaran pemerintah Israel mengeluarkan kebijakan melarang masuknya turis asal Indonesia ke wilayah yang mereka kuasai.

Israel mengeluarkan pengumuman itu 29 Mei, setelah semua peserta tur telah memenuhi syarat adminstrasi dan tinggal berangkat.

Sedangkan larangan sedianya berlaku per 9 Juni 2018. Rio, pendiri sekaligus Direktur Rhema Tour, pun bersyukur lantaran Israel menunda penerapan larangan masuk bagi turis asal Indonesia, dari yang semula 9 Juni menjadi 26 Juni 2018 atau Selasa pekan ini.

(Setelah tulisan ini tertbit di Tablod Kontan 25 JUni 2018, pada tanggal 27 Juni 2018, akhirnya pemeirntah israel Pemerintah Israel akhirnya membatalkan larangan warga Negara Indonesia (WNI) masuk ke wilayah yang mereka kuasai. Baca: "Israel batalkan larangan masuknya turis asal Indonesia, perusahaan travel bahagia")

Ya, Rhema Tour hanyalah salah satu dari puluhan perusahaan perjalanan wisata rohani yang membawa pelancong Indonesia untuk berkunjung ke negara-negara Timur Tengah,  seperti Mesir, Arab Saudi, Turki, Yordania, Palestina,  termasuk ke Kota Yerusalem yang kini dikuasai oleh Israel.

Pelesiran rohani ke negeri para nabi ini, diminati oleh warga Indonesia dari tiga agama, yakni Kristen, Katholik dan Islam. Untuk wisata rohani bagi umat Islam, biasanya dipaket dengan ibadah umrah, yakni di sekitar Kota Makah dan Madinah, baru ke kota-kota lainnya. semisal menuju Yordania, menyeberang ke Yerusalem.

Sedangkan paket wisata bagi umat Katholik dan Kristen, biasanya diawali dari wisata ke Mesir, lalu beberapa situs kenabian seperti bukit Sinai, juga mengunjungi beberapa gereja bersejarah, lalu ke Yerusalem, Galilea dan beberapa kota lain di Israel-Palestina, sebelum terbang kembali ke Jakarta lewat kota Amman, Yordania.

Rerata tarif paket wisata rohani, baik umrah plus maupun wisata rohani bagi umat Kristiani berkisar US$ 3.000-US$ 4.000 per orang, atau sekitar Rp 42 juta -Rp 56 juta.

Harga bisa lebih murah atau lebih mahal menyesuaikan dengan hotel  dan fasilitas pendukung yang diinginkan oleh peserta tur.

Jumlah turis asal Indonesia yang berkunjung ke Israel terutama Yerusalem bukan sedikit jumlahnya. Dalam catatan  info.goisrael.com, tahun lalu turis Indonesia yang masuk negeri itu mencapai 36.300 orang.

Angka ini belum termasuk warga Indonesia yang melakukan kunjungan ke negeri itu untuk pelbagai keperluan, apakah untuk bisnis maupun menempuh pendidikan, yang jumlahnya sekitar 36.500 (lihat tabel).

Yang menarik, berdasarkan data Kementerian Pariwisata Israel, seperti dikutip Jakarta Post, rerata turis Indonesia di Israel membelanjakan dana sekitar US$ 310 per hari dan US$ 1.600 selama di Israel.

Artinya mereka membelanjakan sekitar Rp 4,4  juta sehari dan Rp 22,5 juta selama berada di Israel. Jika disetahunkan, belanja sebanyak 36.300 turis Indonesia yang berkunjung ke Israel nilainya mencapai Rp 816,75 miliar. Nilai yang tidak sedikit untuk devisa negara.


Reporter: Francisca Bertha Vistika, Fransiska Firlana
Editor: Mesti Sinaga

HUBUNGAN RI-ISRAEL

TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0010 || diagnostic_api_kanan = 0.0757 || diagnostic_web = 0.2728

Close [X]
×