kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.619
  • EMAS590.870 -0,68%
FOKUS /

Kawasan khusus terganjal kasus (2)

Selasa, 03 April 2018 / 15:52 WIB

Kawasan khusus terganjal kasus (2)
ILUSTRASI. KEK Mandalika
Berita Terkait

Lokomotif baru

Yang paling penting adalah bantuan akses infrastruktur dari pemerintah pusat. Tapi, Wahyu menegaskan, peran pusat hanyalah sebatas penyambung bukan yang membangun infrastruktur di dalam KEK.

Contoh, tahun ini, pembangunan jalan tol Serang–Panimbang bergulir, yang kelak memudahkan akses ke KEK Tanjung Lesung. Di beberapa wilayah lain ada peningkatan status, dari jalan provinsi menjadi nasional.

Dengan berbagai fasilitas dan kemudahan yang pemerintah berikan tersebut, Wahyu berharap, KEK bisa menjadi lokomotif baru ekonomi. Untuk itu, delapan KEK lain segera beroperasi. “Target minimal, dua KEK harus segera beroperasi tahun ini,” ujar Wahyu.

Dewan Nasional KEK mencatat, dalam waktu dekat, ada dua KEK yang berpotensi segera beroperasi. Pertama, KEK Tanjung Kelayang, Belitung. Enoh bilang, meskipun belum beroperasi, sudah banyak investor perhotelan yang melakukan pembangunan di sana.

Kedua, KEK Arun Lhokseumawe. Menurut Enoh, sudah banyak perjanjian kesepakatan investasi yang terjalin di kawasan khusus yang terletak di Aceh itu.

Misalnya, PT Pelindo I dengan PT Aceh Makmur Bersama. Kongsi ini mencakup pembangunan tangka timbun minyak kelapa sawit mentah (CPO) dengan progres 40% dan beroperasi pada Mei 2018. “Kedua wilayah ini, progresnya sudah 80% siap beroperasi. Keduanya tidak perlu menunggu waktu tiga tahun untuk beroperasi,” kata Enoh yakin.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menambahkan, KEK Arun Lhokseumawe bakal berkembang cepat, terlebih masalah lahan yang selama ini menjadi kendala pengembangan sudah rampung.

“KEK Arun Lhokseumawe beruntung karena lahannya dari awal sudah beres. Ini adalah lahan negara yang kemudian dimasukkan untuk dikembangkan menjadi KEK,” ucapnya. Luas kawasan ini mencapai 2.622,48 ha.

Ada yang beruntung, tapi banyak yang tak beruntung. 

 ◆

Bank Tanah, Solusi buat Lahan Proyek Infrastruktur

SOLUSI mendorong industri di luar Pulau Jawa melalui pembentukan kawasan ekonomi khusus (KEK) menemui rintangan. Soalnya, mayoritas KEK yang pemerintah tetapkan masih terkendala persoalan klasik: lahan.

Mohammad Faisal, Direktur Riset Core Indonesia, menilai, kendala lahan seperti ini, sejatinya bisa diminimalisir, bila sejak awal pemeritah selektif dalam menetapkan KEK.

Caranya, dengan melakukan studi kelayakan terhadap setiap usulan KEK. Hasil studi itu lalu diawasi validitasnya guna memastikan ketersediaan lahan. “Kalau hanya mencatat dari hasil studi, sering tidak sesuai kenyataannya,” ujarnya.

Dalam membentuk KEK, yang paling rawan memang masalah lahan. Sementara di Indonesia, untuk menyediakan lahan dalam jumlah besar tidak mudah. “Kepemilikan lahan oleh negara relatif terbatas dibanding Vietnam dan China,” sebutnya.

Mengatasi kondisi ini, Faisal bilang, penting segera dibentuk bank tanah sebagai land bank negara. Jadi, ketika ada kebutuhan pembangunan untuk kepentingan rakyat banyak, lahannya siap.

Namun, konsep bank tanah harus ditopang oleh regulasi yang tegas. Untuk itu, kata Faisal, mendesak kelahiran UU Kepemilikan Lahan. Beleid ini akan mengatur batasan kepemilikan lahan oleh individu dan swasta. Selama ini, mereka bisa menguasai lahan seluas-luasnya.

Akhirnya, ketika membutuhkan lahan buat infrastruktur, ruang gerak pemerintah terbatas. Saat pembebasan, harganya sudah mahal. “Tambah lagi, banyak spekulan bermain,” ujarnya.

 

**Artikel ini sebelumnya sudah dimuat di Laporan Utama Tabloid KONTAN edisi  26 Februari -  4 Maret  2018. Artikel berikut data dan infografis selengkapnya silakan klik link berikut:  "Jurus Baru untuk Problem Lama"


Reporter: Havid Vebri, Merlinda Riska, Ragil Nugroho, Tane Hadiyantono
Editor: Mesti Sinaga

KEK

TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0010 || diagnostic_api_kanan = 0.0659 || diagnostic_web = 0.2701

Close [X]
×