kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.903
  • SUN102,00 -0,22%
  • EMAS614.076 0,00%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%
FOKUS /

Kawasan khusus terganjal kasus (2)

Selasa, 03 April 2018 / 15:52 WIB

Kawasan khusus terganjal kasus (2)
ILUSTRASI. KEK Mandalika
Berita Terkait

Hanya, menurut Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, ketidaktegasan pemerintah pusat juga membuat masalah pembebasan lahan tidak kelar-kelar. Kendala yang terjadi di lapangan bisa minim jika ada aturan tegas dari pusat. “KEK, kan, sebenarnya inisiatif dari pusat. Daerah hanya bekerjasama saja,” ujar dia.

Olly mencontohkan yang terjadi di KEK Bitung. Untuk lahan dan infrastruktur, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mengklaim sudah siap. Tapi, muncul gugatan dari masyarakat atas lahan seluas 92 ha.

Kata Olly, pihaknya masih menunggu keputusan pengadilan dan Badan Pertanahan Nasional (BPN).  “Kalau BPN segera memberikan keputusan dan berani mengeluarkan sertifikat, maka masalah selesai,” ujarnya.

Pengusaha pun setuju. Pemerintah kudu memperkuat aturan main tapi yang tidak bikin ribet. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bidang Kebijakan Publik Danang Girindrawardhana menyampaikan, tumpang tindih peraturan juga membuat progres KEK berjalan lambat dan minat investasi menjadi turun. “Berbagai peraturan menteri secara parsial menghambat tumbuhnya minat investasi di dalam kawasan ekonomi,” jelas Danang.

Bahkan, Danang menyebutkan, bila pemerintah memperbaiki regulasi investasi dan bisnis yang ada sekarang, sejatinya pemerintah tidak perlu repot-repot membangun KEK. Apalagi, keberadaan KEK bisa menimbulkan kecemburuan lantaran perhatian pemerintah pusat menjadi berlebihan dibanding daerah yang tidak menjadi kawasan khusus.

Minat investor

Betul, KEK yang sudah beroperasi bukan berarti kondisinya baik-baik saja tanpa masalah. Wahyu dan Enoh kompak mengatakan, empat KEK yang sudah beroperasi belum menjaring investor secara optimal.

Karena itu, pemerintah pusat rutin mengadakan mediasi dengan pihak terkait untuk membantu mendorong pertumbuhan KEK Sei Mangkei di Sumatra Utara, KEK Tanjung Lesung (Banten), KEK Palu (Sulawesi Tengah), dan KEK Mandalika (Nusa Tenggara Barat).

Adapun bentuk upaya pemerintah pusat adalah mengeluarkan kebijakan yang mendorong fasilitas dan kemudahan di keempat KEK tersebut.

Contohnya, pemberian insentif fiskal seperti pembebasan pajak (tax holiday) dan pengurangan pajak (tax allowance). Kemudian, bebas dari Daftar Negatif Investasi (DNI) dan bea masuk. Ada juga pengurangan pungutan retribusi dan pajak daerah.

Masih ada lagi, yaitu kemudahan perizinan berupa administrasi satu pintu yang lebih mudah prosesnya ketimbang di luar wilayah KEK. Ada pula fasilitas khusus ketenagakerjaan, pertanahan, dan keimigrasian.

Untuk fasilitas khusus pertanahan, misalnya, pengusaha A bisa mendapatkan hak guna bangunan (HGB) selama 30 tahun untuk pembangunan pabrik di wilayah KEK.

Setelah pabriknya beroperasi, dia bisa mengajukan perpanjangan hingga   50 tahun lagi. Jadi, total 80 tahun. “Kalau di luar KEK, harus sudah beroperasi 30 tahun dulu baru bisa ajukan perpanjangan lagi,” terang Wahyu.

Dari segi ketenagakerjaan, ada program-program solusi penunjang pertumbuhan ekonomi di wilayah KEK. Misalnya, peningkatan kemampuan para pegawai administratif pemerintah hingga sumber daya manusia (SDM) pendukung pengelola wilayah KEK.

Pemerintah membangun sekolah pariwisata di KEK Mandalika dan SMK Pariwisata di KEK Tanjung Lesung. Dan tahun ini, akan ada realisasi kerjasama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.


Reporter: Havid Vebri, Merlinda Riska, Ragil Nugroho, Tane Hadiyantono
Editor: Mesti Sinaga

KEK

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel Santika Premiere Slipi Jakarta
14 May 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy
Close [X]
×