: WIB    —   
indikator  I  
FOKUS /

Gelontoran program sosial, demi ekonomi atau citra? (2)

Gelontoran program sosial, demi ekonomi atau citra? (2)

Langsung terasa

Dampaknya akan langsung terasa. Sebab di tataran masyarakat berpendapatan rendah, uang yang mereka miliki akan dihabiskan untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Hampir tidak ada alokasi untuk menabung, apalagi investasi.

Lagipula, sambung Eric Alexander Sugandi, bantuan tunai semacam ini memang didesain untuk kepentingan jangka pendek. Utamanya menjaga daya beli kelompok masyarakat miskin.

Dengan melemahnya daya beli masyarakat, program seperti ini dibutuhkan. “Di masa SBY pada tahun 2008-2009 pun pemerintah memberikan BLT (Bantuan Langsung Tunai) untuk menjaga daya beli masyarakat miskin,” kata Chief Economist SKHA Institute for Global Competitiveness itu.

Dus, kenaikan konsumsi masyarakat penerima bantuan, sedikit banyak bakal berkontribusi terhadap tingkat konsumsi secara keseluruhan. Pada akhirnya, meski lebih kecil ketimbang konsumsi kelas menengah dan orang kaya, akan berpengaruh terhadap realisasi pertumbuhan ekonomi yang sebelumnya sudah dipatok pemerintah.

Yang tak kalah penting, ketimpangan pengeluaran penduduk bisa dipersempit. Untuk tahun 2017 pemerintah berharap rasio gini bisa dijaga di 0,39. Sementara tahun depan target rasio gini bisa ditekan hingga 0,38.

Target tersebut akan dikejar lewat bauran berbagai program yang sudah disusun pemerintah. “Kami akan menjaga keseimbangannya. Orang yang mampu membayar pajak. Uangnya dikumpulkan untuk membangun daerah tertinggal, perbatasan.

Juga membantu masyarakat dengan program bantuan pendidikan, kesehatan, sosial yang dapat mengurangi kesenjangan,” tandas Askolani, Dirjen Anggaran Kemenkeu.

Namun, pemerintah jangan lupa, sederet program dengan anggaran ratusan triliun rupiah bisa meleset dari sasaran. Jika inflasi, terutama makanan tidak bisa dikendalikan.

Masyarakat yang tergolong rentan miskin, berada dalam risiko yang besar untuk jatuh ke dalam garis kemiskinan jika daya belinya terganggu sedikit saja.

Catatan Badan Pusat Statistik, peranan komoditas makanan terhadap garis kemiskinan mencapai 73,19%. Kontributor yang paling besar pengaruhnya adalah beras, rokok kretek filter, dan telur ayam ras.

Dengan begitu, upaya menjaga inflasi mestinya menjadi bagian tidak terpisahkan dari mimpi besar pemerintah menanggulangi kemiskinan.
Biar dampak anggarannya lebih nampol.

Bersambung :  "Biar Bantuan Tidak Salah Tujuan"

* Artikel ini berikut seluruh artikel terkait sebelumnya sudah dimuat di Tabloid KONTAN, pada Rubrik Laporan Utama edisi 28 Agustus 2017. Selengkapnya silakan klik link berikut: "Dampaknya ada dan langsung terasa"


SUMBER : Tabloid Kontan
Editor Mesti Sinaga

PROGRAM SOSIAL

Feedback   ↑ x
Close [X]