: WIB    —   
indikator  I  
FOKUS /

Gelontoran program sosial, demi ekonomi atau citra? (3)

Gelontoran program sosial, demi ekonomi atau citra? (3)

Biar Bantuan Tidak Salah Tujuan

Wandi, seorang buruh di pabrik soun di Cirebon, mengeluh. Beberapa minggu lalu, ia memperoleh dana Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar Rp 1 juta dari pemerintah.

Dana yang didapat Wandi itu merupakan program bantuan dari pemerintah ke masyarakat tidak mampu yang berlangsung sejak 2007 silam. Yang membuat Wandi kesal, tak lama berselang wakil dari Rukun Tetangga di tempatnya menagih uang administrasi sebesar Rp 100.000.

Mungkin masih banyak Wandi lain yang bernasib serupa. Yang jelas, berbicara subsidi dan bantuan sosial, maka rezim yang berkuasa di negeri ini sudah mencoba berbagai upaya.

Saat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi Presiden, kita mengenal metode bantuan tunai. Nah, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemas skema bantuan dengan non-tunai. Namun lagu klise kembali berdendang, bantuan itu dinilai belum juga tepat sasaran. Lalu apa lagi strategi pemerintah supaya kebocoran tidak terjadi?

Direktur Jenderal (Dirjen) Anggaran Kementerian Keuangan (Kemkeu), Askolani, mengungkapkan hal paling mendesak yang sedang dilakukan pemerintah adalah memperkuat basis data.

Upaya nyatanya adalah memperkuat dan memperbaiki data dari Badan Pusat Statisik (BPS) dan kementerian. Ia bilang, basis data diperlukan untuk menentukan profil penerima bantuan, sasaran yang akan dicapai serta mekanisme penyaluran yang terbaik.

Senada dengannya, Kunta W.D Nugraha, Direktur Penyusunan APBN Kemkeu mengungkapkan bahwa penguatan data memang agenda prioritas. Pekerjaan itu sudah mulai dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dengan melakukan survei nasional secara mendalam pada tahun 2015.

Hasilnya? BPS memiliki 40% data orang-orang miskin yang bisa menggambarkan data keseluruhan orang miskin di Indonesia. “Namun tetap harus dilakukan validasi dan verifikasi,” ujar Kunta.

Kunta bilang, berdasarkan evaluasi pemerintah sebelumnya, skema penyaluran yang dianggap paling tepat sasaran adalah PKH dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dengan pra-syarat. “Bahkan oleh Bank Dunia kita juga dipuji,” ujar dia.


SUMBER : Tabloid Kontan
Editor Mesti Sinaga

PROGRAM SOSIAL

Feedback   ↑ x
Close [X]