: WIB    —   
indikator  I  
FOKUS /

Gelontoran program sosial, demi ekonomi atau citra? (2)

Gelontoran program sosial, demi ekonomi atau citra? (2)

Dengan anggaran sebesar itu, sayangnya belum ada survei yang secara komprehensif mengukur efektivitas Dana Desa. Padahal, pemerintah punya harapan besar terhadap pemanfaatan Dana Desa. Salah satunya untuk pengentasan kemiskinan.

Ketimpangan ekonomi antara desa dengan kota coba dipupus salah satunya dengan memanfaatkan Dana Desa untuk biaya pembangunan infrastruktur di desa-desa. “Dana desa menjadi salah satu cara mengurangi ketimpangan dan juga kemiskinan,” kata Kunta W.D. Nugraha, Direktur Penyusunan APBN Kemenkeu.

Untuk tahun depan pemerintah menyusun formula baru alokasi Dana Desa yang makin berfokus pada pengentasan kemiskinan. Ini terlihat dari bobot perhitungan alokasi yang lebih besar bagi desa tertinggal dan sangat tertinggal yang mempunyai banyak penduduk miskin.

Boediarso Teguh Widodo menghitung, dengan formula anyar, desa tertinggal akan menerima Dana Desa Rp 864 juta- Rp 2,8 miliar. Untuk desa sangat tertinggal, lanjut Direktur Jenderal (Dirjen) Perimbangan Keuangan Kemenkeu, itu akan menerima Dana Desa Rp 1,02 miliar hingga Rp 3,5 miliar.

Dana yang diusulkan untuk  2018 sebesar Rp 60 triliun dan jadi bagian dari satu tema besar; penanggulangan kemiskinan dan dukungan bagi masyarakat berpendapatan rendah.

Cuma, tidak seperti Dana Desa, pemerintah sudah bisa mengukur efektivitas program-program yang lain. Harry Hikmat, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial, menunjukkan hasil simulasi yang dibuat Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Hasilnya, Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) bisa menurunkan tingkat kemiskinan antara 0,46% hingga 1,97%. (lihat infografis)

Evaluasi terhadap program PKH yang sudah berjalan juga menunjukkan dampak program bantuan sosial ke konsumsi rumah tangga. Soal ini Harry merujuk pada hasil evaluasi Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), Bank Dunia, dan Kemensos tahun 2015-2016.

“PKH meningkatkan konsumsi keluarga penerima manfaat sebesar 4,8%, dan kenaikan konsumsi per kapita 5%-10 %. Serta kenaikan belanja pangan untuk protein 6,8%,” kata Harry.


SUMBER : Tabloid Kontan
Editor Mesti Sinaga

PROGRAM SOSIAL

Feedback   ↑ x
Close [X]