: WIB    —   
indikator  I  
FOKUS /

Gelontoran program sosial, demi ekonomi atau citra? (2)

Gelontoran program sosial, demi ekonomi atau citra? (2)

Dampaknya Ada dan Langsung Terasa

Senin, 7 Agustus 2017 lalu Eko Putro Sandjojo menghadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta. Dalam pertemuan itu, Jokowi menanyakan soal efektivitas Dana Desa yang digelontorkan pemerintah sejak tahun 2015.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal itu lantas memaparkan sejumlah data terkait penggunaan Dana Desa.

Kata Eko kepada Jokowi, berkat Dana Desa sepanjang 66.000 kilometer jalan baru dan 38.000 unit penahan longsor sudah dibangun. Namun, jawaban itu tidak lantas membuat Presiden puas.

“Saya bilang, efektif, tapi Presiden minta segera diadakan survei untuk mengukur dan evaluasi efektivitas Dana Desa,” kata Eko usai pertemuan tersebut.

Pertanyaan dan perintah Jokowi kepada Eko muncul setelah sekitar sepekan sebelumnya penggunaan Dana Desa menjadi sorotan.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Kepala Kejaksaan Negeri Pamekasan Rudy Prasetya dan Bupati Pamekasan Ahmad Syafii. Keduanya terlibat kasus suap demi menutupi dugaan penyelewengan Dana Desa yang sedang diusut oleh kejaksaan.

Terlepas dari munculnya kasus dugaan suap tersebut, permintaan Jokowi terbilang wajar. Sebab, pemerintah lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sudah mengeluarkan dana besar untuk menyokong program ini.

Pada 2015-2016, sebesar Rp 67 triliun belanja negara dialokasikan untuk Dana Desa. Tahun ini berdasar outlook yang dibuat Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Dana Desa yang disalurkan mencapai Rp 58,2 triliun.


SUMBER : Tabloid Kontan
Editor Mesti Sinaga

PROGRAM SOSIAL

Feedback   ↑ x
Close [X]