: WIB    —   
indikator  I  
FOKUS /

Gelontoran program sosial, demi ekonomi atau citra? (1)

Gelontoran program sosial, demi ekonomi atau citra? (1)

Berbau politis

Langkah pemerintah Jokowi tak pelak memunculkan nada miring. Pemerintah dinilai tengah mencoba merebut hati calon pemilih demi terpilih kembali di pemilihan presiden tahun 2019 mendatang.

Pandangan yang tidak bisa disangkal begitu saja. Mengingat setiap kali menjelang pergantian kekuasaan, pos-pos anggaran populis memang kerap naik secara signifikan.

Tengok saja alokasi anggaran untuk PKH yang sudah digelar pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sejak tahun 2007. Pada 2008, atau setahun menjelang pemilu anggarannya naik hampir 51,1%. Tahun 2014, saat SBY hendak melanggeng ke periode kedua kekuasaannya, pos anggaran ini melesat 56,9%.

Pun kali ini kondisinya tidak jauh berbeda. Setahun sebelum pemilu 2019 anggaran PKH melonjak 52,7%. Pada tahun-tahun penyelenggaraan PKH yang lain, kenaikan anggarannya tidak konsisten sebesar ketika menjelang pemilu.

Dus, Eric Alexander Sugandi menilai, pertimbangan politis pun tidak terelakkan dalam pengambilan kebijakan semacam ini. “Wajar saja setiap pemerintahan berkuasa berharap agar terpilih kembali dengan menjalankan program-program populis,” tandas Chief Economist SKHA Institute for Global Competitiveness itu.

Meski begitu Eric menilai, tujuan utama program-program ini lebih ke pengentasan kemiskinan. Juga untuk menjaga daya beli masyarakat agar momentum pertumbuhan konsumsi terjaga.

Sebab, sejalan dengan keinginan pemerintah menggenjot pertumbuhan ekonomi di 2018, daya beli masyarakat memang mesti tetap dijaga. “Makanya tahun depan ada kemungkinan pemerintah tidak lagi menaikkan administered prices,” kata Eric yakin.

Harry Hikmat pun menampik penambahan anggaran dilakukan demi mendongkrak popularitas pemerintah demi meraih simpati rakyat. Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos itu menunjukkan bukti, sejak tahun 2007 anggaran PKH terus naik secara bertahap. “Jadi sama sekali tidak terkait dengan momentum pemilu,” ujarnya.


SUMBER : Tabloid Kontan
Editor Mesti Sinaga

PROGRAM SOSIAL

Feedback   ↑ x
Close [X]