: WIB    —   
indikator  I  
FOKUS /

Gelontoran program sosial, demi ekonomi atau citra? (1)

Gelontoran program sosial, demi ekonomi atau citra? (1)

Bantuan Disebar, Pesona Ikut Tertebar

Sepanjang tiga tahun pertama berkuasa, pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengambil beragam langkah yang tidak populer. Berbagai anggaran subsidi dipangkas, bahkan dicabut.

Belanja pemerintah pusat di berbagai kementerian dan lembaga disunat. Lalu, anggaran di pos-pos belanja tersebut dialihkan ke pengeluaran yang lebih produktif, salah satunya pembangunan infrastruktur.

Namun, di tahun keempat memerintah, Jokowi mulai membagi fokus. Sektor infrastruktur tetap digenjot dengan merencanakan anggaran sebesar Rp 409 triliun. Terbesar sepanjang sejarah republik ini berdiri. Di sisi lain, program-program populis yang sebelumnya sempat dikesampingkan kini mulai menjadi perhatian.

Untuk menanggulangi kemiskinan dan memberi dukungan bagi masyarakat berpendapatan rendah, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 292,8 triliun.

Wujud bantuannya mulai dari subsidi, bantuan pendidikan, kesehatan, hingga membagikan uang kepada belasan juta keluarga (lihat infografis). Anggaran subsidi energi dan non energi bertambah 2,1% menjadi Rp 172,4 triliun.

Lonjakan yang paling besar disalurkan melalui Kementerian Sosial (Kemensos). Tahun depan anggaran kementerian yang dipimpin Khofifah Indar Parawansa, itu melejit hampir dua kali lipat menjadi Rp 34 triliun. Sekitar 87% di antaranya dihabiskan untuk beberapa program bantuan sosial.

Peruntukan utamanya untuk Program Keluarga Harapan sebesar Rp 17,3 triliun dan Bantuan Pangan Non Tunai senilai Rp 7,3 triliun.


SUMBER : Tabloid Kontan
Editor Mesti Sinaga

PROGRAM SOSIAL

Feedback   ↑ x
Close [X]