: WIB    —   
indikator  I  
FOKUS /

Antara janji, mimpi dan realisasi Jokowi (1)

Antara janji, mimpi dan realisasi Jokowi (1)

Pemerintah Jokowi beralasan larangan ini dilakukan demi penghematan anggaran. Namun, di sisi lain, larangan rapat di daerah bagi lembaga dan kementerian, ternyata telah memukul ekonomi daerah bersangkutan.

Sektor perhotelan di Bogor misalnya, terbantu dengan berbagai kegiatan yang dulu kerap digelar instansi pemerintah. Dampaknya, kegiatan usaha lain seperti kuliner, wisata, dan bisnis oleh-oleh ikut terkerek.

Kesempatan kerja

Penciptaan lapangan kerja juga masih menjadi pekerjaan besar pemerintah. Suka atau tidak, deindustrialisasi tidak bisa dicegah, termasuk di Indonesia. Bagi sebuah negara, semakin maju ekonominya, semakin rendah pula kontribusi sektor industri. Sebaliknya industri berbasis jasa mengalami pertumbuhan.

Persoalannya, daya serap tenaga kerja di sektor jasa tidaklah sebanyak di sektor industri, apalagi yang padat karya. Di sisi lain, banyak perusahaan memilih strategi efisiensi, dengan cara  mengurangi peran tenaga kerja manusia dan memanfaatkan mesin serta teknologi.

Sementara realisasi investasi langsung yang angkanya terus bertumbuh, tidak lagi signifikan dalam menciptakan lapangan kerja baru. Dus, angkatan kerja yang terus bertambah dan tak bisa lagi ditampung di sektor formal, kian meluber ke sektor informal.

Sementara itu, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pekerja Indonesia juga belum banyak berubah. Di sektor formal saja, kata Lana, 90% dari tenaga kerja berpendidikan SMA ke bawah. “Kualitas SDM ini berujung ke soal daya saing yang sering disebut-sebut oleh Jokowi,” ujar Lana.

Dus, ia menawarkan solusi demi menggenjot kualitas SDM, yakni dengan memaksimalkan peran Balai Latihan Kerja (BLK). Jadi, meski tingkat pendidikan hanya menengah, tapi secara keahlian bisa ditingkatkan melalui BLK dan pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan pemerintah.

Solusi berikutnya, dengan mengalihkan penggunaan Dana Desa dan anggaran Transfer ke Daerah. Saat ini Dana Desa difokuskan untuk mendongkrak ketersediaan infrastruktur dasar di desa-desa. Ini ditujukan untuk memperlancar roda perekonomian di daerah.

Ke depan, pemerintah bisa menggeser fokus penggunaan Dana Desa dan anggaran Transfer ke Daerah untuk meningkatkan kualitas SDM yang ada di desa dan daerah.

Peningkatan keahlian bisa mendorong munculnya wirausaha-wirausaha baru. Dengan begitu, daya serap tenaga kerja di sektor industri yang semakin menurun bisa terkompensasi.


Reporter Arsy Ani Sucianingsih, Ragil Nugroho, Tedy Gumilar
Editor Mesti Sinaga

EVALUASI KINERJA JOKOWI

Feedback   ↑ x
Close [X]