| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.473
  • SUN97,14 0,42%
  • EMAS600.960 -0,17%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%
FOKUS /

Ada borok di tubuh induk BUMN Keuangan (2)

Rabu, 07 Maret 2018 / 16:06 WIB

Ada borok di tubuh induk BUMN Keuangan (2)
ILUSTRASI. IHSG anjlok lagi
Berita Terkait

Wesa Sejahtera lantas melakukan pencairan dana Rp miliar. Namun, saat jatuh tempo, Danareksa Finance tak bisa mencairkan bilyet giro sebesar Rp 13,25 miliar yang diberikan Wesa sebagai syarat pencairan. Pasalnya, tidak tersedia dana di rekening Wesa Sejahtera.

Belakangan diketahui, Wesa Sejahtera menghadapi kesulitan keuangan lantaran piutangnya kepada Kutilang Paksi Mas tidak bisa ditagih. Pada Juni 2016, Kutilang Paksi Mas menghadapi proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Berdasar laporan PKPU ini diketahui, utang Kutilang Paksi Mas hanya sekitar Rp 3,74 miliar. Sebagai itikad baik, Wesa Sejahtera menyerahkan sertifikat 12 bidang tanah total seluas 91.361 m2 di Kabupaten Malang dan di Kabupaten Badung, Bali ke Danareksa Finance.

Dalam hasil auditnya, salah satu rekomendasi BPK adalah agar Direktur Utama  PT Danareksa memberikan sanksi kepada  direksi PT Danareksa Finance  yang tidak memenuhi prosedur dalam melakukan customer due deligence atas pembiayaan anjak piutang PT Wesa.

BPK juga merekomendasikan pemberian sanksi kepada Kepala Divisi Compliance PT Danareksa  dan petugas pelaksana  pembiayaan anjak piutang pada bagian operasional PT Danareksa Finance yang lemah dalam melakukan monitoring pasca pencairan pembiayaan .

Dalam jawabannya, direksi Danareksa Finance tak sepakat dengan pernyataan BPK yang menyebut terjadi mark up invoice. Namun, ada dugaan pembayaran Kutilang belum disetorkan Wesa Sejahtera. Wesa juga telah membayar sebagian kewajiban bunga, denda keterlambatan, dan facility fee minimal sebesar Rp 2,38 miliar.

Ketika dihubungi KONTAN Andru Sopii, pimpinan PT Wesa Sejahtera, mengatakan,  saat ini pihaknya masih memproses penyelesaian kewajiban kepada Danareksa Finance.

Namun, ia tidak bersedia diwawancarai lebih lanjut. “Lain kali saja, Mas. Saya masih pusing mikirin banyak utang,” katanya.

Tak ada tanggapan

 

Sayangnya, belum diketahui bagaimana perkembangan penanganan hasil pemeriksaan BPK terhadap Danareksa dan anak usahanya. Padahal, dalam tempo setahun lebih sejak pemeriksaan BPK, mungkin sudah ada perkembangan yang lebih baik.

Permintaan konfirmasi sudah dilayangkan ke Bondan Pristiwandana, Direktur PT Danareksa. Per 30 Juni 2016, Bondan juga memegang jabatan penting di anak-anak usaha Danareksa. Yakni, di Danareksa Sekuritas sebagai komisaris utama dan komisaris di Danareksa Finance.

KONTAN sudah berusaha menemui Direktur Utama Danareksa Heru Djojo Adhiningrat dan meminta konformasi kepada Komisaris PT Danareksa Eko Sulistyo. Namun semua petinggi Danareksa itu tak memberikan konfirmasi atas perkembangan temuan BPK.

Sementara itu, Mahelan Prabantarikso, Direktur Bank BTN mengaku tidak mengetahui perihal pemeriksaan oleh BPK terhadap Danareksa dan anak usahanya. Termasuk hasil pemeriksaan terhadap Danareksa Sekuritas dan Danareksa Finance yang bakal diakuisisi BTN.

“Sebenarnya dalam setiap hasil audit konsultan bila ada debitur yang bermasalah sudah dicadangkan dalam bentuk CKPN. Dalam proses due dilligent juga biasanya sudah di-disclosed kondisi sebenarnya,” katanya.

Ia menegaskan, proses akuisisi tetap berjalan. Kini dalam tahap valuasi dan negosiasi. Untuk Danareksa Finance sudah melewati proses due dilligence.


Reporter: Arsy Ani Sucianingsih, Ragil Nugroho, Tedy Gumilar
Editor: Mesti Sinaga

HOLDING BUMN

TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0009 || diagnostic_api_kanan = 0.0481 || diagnostic_web = 0.2351

×