kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
FOKUS /

Rupiah terus anjlok, pengusaha siap naikkan harga jual produk (1)

Selasa, 24 Juli 2018 / 16:25 WIB

Rupiah terus anjlok, pengusaha siap naikkan harga jual produk (1)
ILUSTRASI. Pengunjung Berbelanja di Pusat Belanja Ritel



Agar Tak Terkapar saat Rupiah Menggelepar

Hendri menatap resah gawai di tangannya. Jari-jemari tangannya bagaikan tetikus yang bergeser ke kiri dan ke kanan, seakan memiliki mata sendiri untuk menentukan arah.

Pedagang toko emas di salah satu pasar tradisional itu belakangan rajin memantau pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS).

Bagi Hendri, pergeseran kurs rupiah, sangat berdampak terhadap harga emas yang akan dia jual. Jika rupiah melemah, maka harga emas akan ikut naik. “Informasi nilai tukar rupiah itu sangat penting karena berkaitan dengan harga emas juga,” ujarnya.

Tak hanya pedagang seperti Hendri, ada banyak pengusaha berbagai lini belakangan ini juga rutin memantau pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.

Apalagi, dalam dua bulan terakhir, pergerakan rupiah seakan tak bertenaga di hadapan dollar AS. Pergerakan kurs rupiah memang sangat berdampak terhadap operasional banyak pelaku usaha.

Merujuk kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Kamis (5/7) nilai tukar rupiah bertengger di Rp 14.387 per dollar AS. Beberapa hari sebelumnya, dollar AS sempat menembus Rp 14.400. Sebagai perbandingan, awal tahun 2018 rupiah masih ada di kisaran Rp 13.500 per dollar AS.
Amelia Tjandra, Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor (ADM), mengatakan, pergerakan dollar AS sangat berperan dalam pembentukan harga mobil yang dijualnya di Indonesia. Maklum, banyak komponen mobil Daihatsu masih impor. “Sampai Juli ini, kami belum menaikkan harga jual,” kata Amelia.

Saat ditanya kapan Daihatsu menaikkan harga jual, Amelia bilang, akan menghitung kondisi pergerakan rupiah selama Juli 2018. Hasil kajian tersebut nantinya akan menjadi acuan bagi produsen otomotif terbesar kedua di Indonesia ini untuk menentukan harga jual mobilnya. “Agustus kami akan kaji harga,” kata Amelia.

Harga akan naik

Di saat rupiah anjlok dan harga bahan baku impor terkerek, maka menaikkan harga jual menjadi pilihan bagi sejumlah industri.

Betul, ada cara lain yang bisa ditempuh pengusaha untuk meredam dampak buruk terpuruknya kurs rupiah (Baca: Beragam Jurus Menahan Jatuhnya Rupiah). Namun, tak semua perusahaan bisa mengambil pilihan-pilihan tersebut.

Menurut kata Adhi S Lukman, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), beberapa perusahaan, terutama perusahaan makanan skala besar, bisa saja melakukan pengurangan margin, agar pelanggannya tidak hengkang.

Namun, usaha mengurangi margin tidaklah sehat bagi keberlangsungan bisnis perusahaan. Maka, pilihan menaikkan harga jual produk sulit terelakkan ketika harga bahan baku, terutama bahan baku impor naik tinggi.

“Perkiraan kami, kenaikan harga makanan bisa 3%-6%. Persentase ini juga cukup berat pengaruhnya bagi industri makanan dan minuman,” kata Adhi.

Adapun industri makanan dan minuman yang paling rentan menaikkan harga jual adalah industri makanan yang memakai bahan baku impor, seperti terigu, gula dan susu.

Soal besaran kenaikan harga, lagi-lagi tergantung besar kecil usahanya. “Industri besar bisa menunda kenaikan harga karena punya stok bahan baku, tapi itu tentu tak lama,” kata Adhi.


KURS RUPIAH

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0962 || diagnostic_web = 0.4377

Close [X]
×