kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.791
  • SUN92,51 0,63%
  • EMAS614.076 0,00%
FOKUS /

Peta konglomerasi pasca 20 tahun reformasi (2): Munculnya para taipan baru

Rabu, 04 Juli 2018 / 16:34 WIB

Peta konglomerasi pasca 20 tahun reformasi (2): Munculnya para taipan baru
ILUSTRASI. Pengusaha Chairul Tanjung



* Grup Mayapada

Grup ini mengawali bisnis dari sektor perbankan yaitu Bank Mayapada, yang akhirnya berganti nama menjadi PT Bank Mayapada Internasional Tbk.

Awalnya Bank Mayapada punya 10 cabang, kini sudah ada lebih dari 200 cabang yang tersebar di tanah air. “Namun sekarang, fokus kami bukan pada pemilihan lokasi cabang atau penambahan cabang, tapi pada pengembangan teknologi informasinya yang harus mengikuti zaman,” ujar Tahir.

Sebab, menurut Tahir, ia melihat transaksi perbankan tidak harus melalui kantor tapi bisa melalui jaringan internet.

Bisnis bank ini menjadi tiang penyangga Mayapada Group. Modal yang dimiliki Bank Mayapada saat ini mencapai Rp 10 triliun. Sehingga tahun lalu naik peringkat menjadi bank dengan kategori Buku III.  

Di sektor kesehatan, Mayapada fokus pada pembangunan rumah sakit berskala besar berfasilitas lengkap. Grup ini tidak menggarap rumah sakit kecil.

Sebab, Tahir ingin punya rumah sakit yang one stop healing. “Makanya rumah sakit kami yang ada di Lebak Bulus kami tambah towernya,” katanya.

Saat ini, Mayapada baru punya dua rumah sakit yaitu di Jakarta dan Tangerang. Dalam pembangunan rumah sakit, fokus Mayapada memang pada rumah sakit besar.

Ke depan perusahaan ini tetap melakukan pengembangan bisnis kesehatan dengan melakukan merger. Mayapada sempat ingin meminang PT Bogor Medical Center (BMC).

Sedangkan dari bisnis media, belum lama ini, Mayapada membeli ELLE Indonesia, media yang fokus membahas tentang mode dan gaya hidup. Di lini ini, Mayapada memang lebih sering menggunakan strategi non organik.

Mayapada mengawali bisnis media dengan menjadi mitra lokal Majalah Forbes. Lalu berinvestasi di harian berbahasa China yang terbit di Indonesia, Guo Ji Ri Bao. Tahun 2012 mengakuisisi Topas TV, yaitu TV berbayar nasional.

Supaya bisnis bisa tetap tumbuh, baik cara organik maupun non organik Tahir memperhatikan risiko, memiliki tim yang baik, dan laporan keuangan yang memenuhi standar rasio.

“Saya tidak mau tim saya terjebak di zona nyaman. Saya ini seorang fighter yang selalu cari terobosan terbaru. Karena itu saya mengundang JPMCB-Cathay Life Insurance Co.Ld untuk masuk ke Bank Mayapada,” kata Tahir.

Tahun lalu, JPMCB-Cathay Life Insurance Co.Ld resmi menggenggam 40% saham Bank Mayapada.

Tahir juga menjajal bisnis lain yakni tambang. “Saya ambil tambang batubara milik Gita Wirjawan, beberapa bulan lalu,” katanya. Meski tidak besar, tambang itu sudah mulai menghasilkan profit. Dana yang digelontorkan sekitar US$ 50 juta –US$ 60 juta.


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk, Fransiska Firlana
Editor: Mesti Sinaga

KONGLOMERASI

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0605 || diagnostic_web = 0.4304

Close [X]
×