kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.791
  • SUN92,51 0,63%
  • EMAS614.076 0,00%
FOKUS /

Pajak kian rajin membidik pengusaha kecil (1)

Selasa, 20 Februari 2018 / 16:21 WIB

Pajak kian rajin membidik pengusaha kecil (1)
ILUSTRASI. Pembayaran Pajak di Kantor Pajak Jakarta Selatan



Berita Terkait

 

Banyak Akal Hadapi Wajib Pajak Nakal

Sekilas, tidak ada yang istimewa dengan kedai bakmi ayam milik Suwandi (bukan nama sebenarnya). Kedai itu memanfaatkan teras rumahnya yang lumayan luas. Di teras itu juga beberapa meja dan kursi tersusun rapi.
Siang

itu, Rabu, 24 Januari 2018, beberapa motor diparkir di depan warung yang berada di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Suwandi dan seorang karyawannya sibuk melayani pesanan pembeli. Di samping kanan warung dengan posisi yang agak menjorok kedalam dimanfaatkan Suwandi sebagai tempat mencuci piring.

Sampai di titik ini, lagi-lagi semuanya tampak biasa-biasa saja. Hingga saat sebuah pintu yang letaknya tepat di belakang tempat cuci piring tadi dibuka. Di balik pintu itu, di sebuah ruangan, beberapa sepeda motor yang jelas bukan milik para pembeli bakmi terparkir rapi.

Bukan motor baru, tapi bodinya tampak terawat dengan baik. Masih di ruangan yang sama, belasan kardus berukuran besar ditumpuk rapi. Beberapa kardus yang tergeletak begitu saja di lantai sudah terbuka. Isinya, beragam onderdil sepeda motor.

Dus, bagi orang yang lalu-lalang di jalan depan rumah, atau pengunjung kedai bakmi, usaha yang dilakoni Suwandi, ya, hanya berdagang bakmi ayam.

Maklum, memang tidak ada plang atau keterangan apapun yang menunjukkan bahwa di tempat itu juga menjadi lokasi berjualan motor bekas dan grosir suku cadang (sparepart) kendaraan roda dua.

Usaha yang tidak kelihatan bagi orang awam itu sudah berjalan sejak tahun 2009. Sepanjang itu pula, tak sekalipun ia melaporkan kewajiban perpajakannya. “Enggak (pernah lapor pajak). Buat apa juga, kita, kan, pedagang kecil, buat apa diincer-incer pajaknya,” tukas Suwandi santai.

Seumur-umur, baru sekali ia didatangi petugas pajak. Waktu itu tahun 2012, Suwandi memang sempat memasang plang usaha otomotif. Sejak kejadian itu ia mencopot plang usaha tersebut. “Pernah didatangi orang pajak. Tapi gue kasih aja uang Rp 50 rebu. Gue tau dia (petugas pajak-red) ke sini mau minta duit,” imbuh dia lagi.

Kepada petugas pajak itu, Suwandi menyebut yang melakoni usaha semacam ini bukan dirinya seorang. Di dekat rumahnya, juga ada pedagang onderdil serupa yang secara kasat mata tidak terlihat seperti tempat usaha.

Meski dengan cara sembunyi-sembunyi, usahanya tetap bisa berkembang. Pelanggan onderdilnya tak cuma dari Jakarta, tapi sampai ke Bekasi dan Bogor. Sebulan, berdasarkan pengakuannya, ia bisa mengantongi omzet sekitar Rp 20 juta.

Menurut Suwandi, pasokan onderdil ia dapatkan langsung dari pabrik. Namun, boro-boro berhadapan dengan faktur, dia malah tidak pernah mendatangi pabrik tersebut. “Ada kenalan, jadi tinggal telepon aja nanti datang pesenannya,” ujar Suwandi.


Reporter: Arsy Ani Sucianingsih, Ragil Nugroho, Tedy Gumilar
Editor: Mesti Sinaga

PAJAK

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0009 || diagnostic_api_kanan = 0.0523 || diagnostic_web = 0.3096

Close [X]
×