kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

ORI016 hanya menawarkan kupon 6,80%, apakah layak beli?


Sabtu, 05 Oktober 2019 / 00:01 WIB
ORI016 hanya menawarkan kupon 6,80%, apakah layak beli?
ILUSTRASI. Pemerintah mematok target indikatif Rp 9 triliun pada penjualan ORI016.

Reporter: Dimas Andi, Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu Rahmawati

Kinerja ORI di pasar sekunder

Saat ini, ada tiga seri ORI yang masih beredar di pasar. ORI013 akan jatuh tempo pada tanggal 15 Oktober 2019 atau dua pekan lagi. ORI014 akan jatuh tempo pada 15 Oktober 2020. Sedangkan ORI015 jatuh tempo pada 15 Oktober 2021.

ORI014 dan ORI015 memiliki kinerja yang berkebalikan. Asal tahu, ORI014 menawarkan kupon yang lebih rendah daripada ORI016 yang akan terbit tahun ini. 

ORI014 memiliki kupon 5,85%. Kupon yang rendah menyebabkan penjualan ORI014 hanya mencapai Rp 8,95 triliun. Sedangkan ORI015 menawarkan kupon 8,25% pada penerbitan perdana. ORI015 mencatat penjualan hingga Rp 23,38 triliun.

Pada perdagangan kemarin, harga ORI014 turun menjadi 99,63 dari harga par 100. Alhasil, imbal hasil instrumen ritel ini meningkat menjadi 6,22%. Jika investor ORI014 menjual portofolionya, maka dia akan mencatatkan capital loss alias kerugian dari nilai investasi akibat penurunan harga.

Jika membeli ORI014 di pasar sekunder saat ini, maka Anda akan mendapatkan imbal hasil 6,22% per bulan hingga jatuh tempo tahun depan. Angka imbal hasil ini lebih rendah ketimbang penawaran ORI baru seri ORI016.

Sementara harga ORI015 justru naik menjadi 103,32 dari harga par 100 saat penerbitan. Jika investor ORI015 menjual portofolionya, dia akan mencatat capital gain atawa keuntungan investasi dari kenaikan harga.

Pada penutupan perdagangan kemarin, surat utang ritel yang akan jatuh tempo dua tahun lagi ini mencatat yield terakhir 6,49%. Yield di pasar sekunder ini pun lebih rendah daripada ORI seri baru.

Kenaikan harga yang terjadi pada seri ORI015 menunjukkan bahwa obligasi negara ritel ini diburu investor, baik individu maupun institusi. Karena ORI bisa dibeli oleh investor institusi jika sudah masuk ke pasar sekunder.

Penawaran suku bunga pada saat penerbitan yang tinggi, yakni 8,25% menyebabkan SUN ritel ini menarik di mata investor. Tapi, semakin tinggi harga ORI di pasar maka porsi yield alias tingkat pembayaran bunga per bulan akan turun.

Kupon masih lebih besar ketimbang deposito




TERBARU

Close [X]
×