kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

ORI016 hanya menawarkan kupon 6,80%, apakah layak beli?


Sabtu, 05 Oktober 2019 / 00:01 WIB

ORI016 hanya menawarkan kupon 6,80%, apakah layak beli?
ILUSTRASI. Pemerintah mematok target indikatif Rp 9 triliun pada penjualan ORI016.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah memulai masa penawaran obligasi negara ritel (ORI) seri ORI016 sejak 2 Oktober 2019 lalu hingga 24 Oktober atau hampir tiga pekan lagi. Kali ini, pemerintah menawarkan kupon sebesar 6,80% per tahun.

Ini adalah penawaran kupon terendah surat utang ritel yang ditawarkan pemerintah tahun ini. Tapi, surat utang ritel yang terbit sejak awal tahun adalah saving bond retail (SBR) dan sukuk tabungan (ST) yang tidak dapat diperdagangkan di pasar. Sementara ORI dan sukuk ritel merupakan dua instrumen investasi ritel yang dapat diperdagangkan di pasar.

Namun, seiring dengan penurunan suku bunga acuan, penawaran kupon surat utang ritel yang diterbitkan pemerintah pun semakin menciut. Saving bond retail (SBR) yang terbit bulan lalu seri SBR008 menawarkan kupon dengan floating floor 7,20%. Surat utang yang tidak dapat diperdagangkan ini bertenor dua tahun dan mencapai total nilai Rp 1,89 triliun.

Sementara ORI016 memiliki tenor tiga tahun dan dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah periode tahan hingga pembayaran kupon pertama pada 15 Desember 2019.

Baca Juga: Mahathir: Carrie Lam sebaiknya mundur dari posisi pemimpin Hong Kong

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman mengatakan bahwa pemerintah menetapkan target indikatif Rp 9 triliun. Target ini ditetapkan berdasarkan masukan dari 23 mitra distribusi yang dipilih oleh pemerintah. "Minat investor masih akan tinggi karena ORI016 bersifat tradable dan pembayarannya dijamin oleh pemerintah," kata Luky pada peluncuran ORI016, Rabu (2/10) lalu.

Pada penerbitan awal tahun, pemerintah mematok imbalan 8,05% untuk sukuk ritel seri SR0011. Ketika itu, pemerintah mencatat penjualan sukuk ritel Rp 21,13 triliun. Berikut penerbitan surat utang ritel sepanjang tahun 2019:

Seri SBN Ritel Nilai Penawaran Kupon
SBR005 Rp 4,01 triliun 8,15% (floating floor)
ST003 Rp 3,13 triliun 8,15% (floating floor)
SR011 Rp 21,12 triliun 8,05% (fixed rate)
SBR006 Rp 2,26 triliun 7,95% (floating floor)
ST004 Rp 2,63 triliun 7,95% (floating floor)
SBR007 Rp 3,22 triliun 7,50% (floating floor)
ST005 Rp 1,97 triliun 7,40% (floating floor)
SBR008 Rp 1,89 triliun 7,20% (floating floor)
ORI016 Rp 9 triliun 6,80% (fixed rate)

Ekonom Pefindo Fikri C. Permana melihat, kupon ORI016 masih sangat menarik pagi investor ritel jika dibandingkan dengan instrumen lain. Misalnya saja, surat utang negara (SUN) seri FR0035 bertenor tiga tahun yang memiliki yield 6,47% pada Jumat (4/10). "ORI016 juga memiliki sistem pembayaran kupon bulanan dan bisa diperdagangkan di pasar sekunder,"  kata Fikri.

Sementara Head of Research & Consulting Infovesta Utama Edbert Suryajaya mengatakan, ORI016 masih dapat menjadi pilihan menarik bagi investor ritel. Suku bunga yang masih berpeluang turun menyebabkan kupon penerbitan selanjutnya akan lebih rendah.

Baca Juga: Bank Mandiri targetkan penjualan ORI016 sebanyak Rp 800 miliar

Edbert menambahkan, fitur dapat diperdagangkan di pasar sekunder menjadi daya tarik tersendiri bagi ORI. Investor ritel biasanya jarang memperdagangkan ORI di pasar sekunder. Tapi, investor bisa melepas ORI yang dimiliki kapan saja tanpa harus menunggu periode early redemption.

"Adanya fitur transaksi di pasar sekunder menyebabkan investor bisa meraih untung, tapi juga bisa merugi," kata Edbert. Oleh karena itu, dia menyarankan investor untuk mempertimbangkan alokasi dana untuk ORI016.

Kinerja ORI di pasar sekunder


Reporter: Dimas Andi, Wahyu Tri Rahmawati
Editor: Wahyu Rahmawati
Video Pilihan


Close [X]
×