kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Musim mencukur suku bunga masih berlanjut, seberapa ampuh dorong pertumbuhan ekonomi?


Sabtu, 26 Oktober 2019 / 10:15 WIB

Musim mencukur suku bunga masih berlanjut, seberapa ampuh dorong pertumbuhan ekonomi?


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Musim mencukur suku bunga belum berakhir. Nampaknya para pengambil kebijakan di sejumlah bank sentral berbagai negara masih memandang upaya memperlonggar kebijakan fiskal adalah jurus yang harus diambil demi menggenjot pertumbuhan ekonomi.

Maklum saja, ramalan pertumbuhan ekonomi dunia masih muram. Alih-alih membaik, sejumlah lembaga justru kembali memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global. Baik untuk tahun ini maupun untuk tahun 2020.

Alhasil, di bulan Oktober sejumlah bank sentral di beberapa negara kembali menurunkan suku bunganya. Dimulai dari Reserve Bank of Australia (RBA) yang memangkas suku bunga sebesar 0,25 basis poin di awal bulan ini. Tak tanggung-tanggung, kini suku bunga di Australia mencapai titik terendah sepanjang sejarah yakni di level 0,75%.

Baca Juga: Dampak penurunan suku bunga acuan BI tak bisa langsung dirasakan

Langkah bank sentral Negeri Kanguru ini adalah yang ketiga kalinya di 2019. Merangsang ekonomi yang lesu tentunya menjadi alasan. Pasalnya meski melewati 28 tahun tanpa resesi, tetapi risiko perlambatan ekonomi Australia semakin meningkat selama setahun terakhir.

Gubernur RBA Philip Lowe mengakui keputusannya untuk menurunkan suku bunga adalah sebagian untuk merespon penurunan pasar tenaga kerja.

"Dewan mengambil keputusan untuk menurunkan suku bunga lebih lanjut hari ini untuk mendukung lapangan kerja dan pertumbuhan pendapatan dan untuk memberikan kepercayaan yang lebih besar bahwa inflasi akan konsisten dengan target jangka menengah," kata Lowe dikutip Reuters.

Beberapa hari berselang, India mengambil langkah serupa. Reserve Bank of India (RBI) kembali memangkas suku bunga acuannya untuk yang kelima kali secara berturut-turut. Bunga acuan di India dipangkas 25 basis poin (bps) menjadi 5,15%.

Langkah ini dilakukan sebagai usaha untuk mendorong pertumbuhan ekonominya yang berada di tingkat terendah dalam enam tahun ke belakang.

Di pertengahan bulan, Bank of Korea (BOK) ikut menyusul dengan memotong suku bunga untuk kedua kalinya dalam kurun waktu tiga bulan. BOK memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin, menjadi 1,25%. 

Baca Juga: Ekonom menilai penurunan suku bunga BI hanya untuk menjaga stabilitas ekonomi

Turki adalah contoh berikutnya. The Central Bank of the Republic of Turkey (CBRT) menggunting suku bunga sebesar 250 basis poin ke level 14% pada minggu ini.

Dalam beberapa bulan ke belakang, Negeri Ottoman ini memang agresif memangkas suku bunga acuan dari 24% pada bulan Juni usai diserang krisis mata uang lira pada tahun lalu.

Jangan dilewatkan, Bank Indonesia juga lagi-lagi memangkas suku bunga di bulan Oktober. Ini adalah penurunan keempat kalinya secara berurutan. Artinya sejak Juli 2019, Bank Indonesia sudah memangkas suku bunga setebal 1%.


Reporter: Bidara Pink, Grace Olivia, Tendi Mahadi, Yusuf Imam Santoso
Editor: Tendi

Video Pilihan


Close [X]
×