kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR15.197
  • EMAS622.149 -0,48%

Menyorot divestasi 51% saham Freeport oleh Inalum

Jumat, 20 Juli 2018 / 17:15 WIB

Menyorot divestasi 51% saham Freeport oleh Inalum
ILUSTRASI.



Berita Terkait

Pro dan kontra

Keputusan pemerintah untuk mengambil alih 51% saham Freeport Indonesia masih menuai perdebatan. Terutama terkait harga divestasi. Banyak kalangan menilai harga divestasi 51% saham Freeport terlalu mahal.

Bahkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) juga mengkritik langkah pemerintah ini. Karenanya, Komisi VI DPR berencana memanggil Kementerian BUMN dan Direksi Inalum untuk meminta penjelasan atas perhitungan harga beli saham Freeport.

Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Demokrat Azam Azman Natawijana bilang, Demokrat ingin mendengar penjelasan pemerintah terkait harga divestasi saham Freeport. Sebab, "Kabar yang sampai di kami, harga dipengaruhi oleh perjanjian yang sudah ada, itu akan kami lihat dan perdalam," jelasnya.

Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Ihsan Yunus juga bilang, DPR ingin mengetahui komposisi riil perhitungan harga divestasi saham Freeport. "Jadi kami memprakarsai pemanggilan Kementerian BUMN," tandasnya Senin (16/7).

Mantan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio juga mempertanyakan harga divestasi saham Freeport. Tito yang juga mantan Dirut Indocopper Investama menilai, saat 9,26% saham Indocopper dijual kembali ke Freeport McMoran (FCX), nilainya US$ 400 juta. Jadi, harga pembelian 40% saham harusnya paling mahal US$ 1,7 miliar. Alhasil, menurut Tito, harga divestasi US$ 3,85 miliar terlalu mahal. 

Berdasarkan hal itu, DPR akan menghitung dan menelusuri potensi kerugian negara yang timbul jika proses divestasi ini ditempuh. 

Terkait hal ini, Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, hitungan valuasi harga 51% saham Freeport menggunakan skema best market practice. Dimana nilai cadangan sampai tahun 2041 turut masuk dalam hitungan.

"Yang kita hitung adalah cash flow dari ore yang bisa digali dan produksi, itu memang cadangan. Tapi yang belum produksi tidak dihitung," terang budi saat paparan bersama Pemimpin Redaksi Media Selasa (17/7).

Cadangan blok yang dihitung dalam valuasi diantaranya, Grasberg DC, DOZ DC, Deep DMLZ, Big Gossan dan Grasberg Open Pit. Sementara untuk Blok Kucing Liar tidak masuk dalam hitungan, lantaran sejauh ini belum berproduksi. 

Namun, Budi bilang, bahwa cadangan Blok Kucing Liar sangat besar. "Kalau tidak salah dengan Kucing Liar (hitungan valuasinya) mencapai US$ 150 miliar," jelasnya.

Head of Corporate Communications Inalum Rendi A Witular menambahkan, ada cara penghitungan yang berbeda antara PI Rio Tinto dengan saham Indocopper. Menurut dia, menghitung PI tidak bisa disetarakan sebagai saham.

Terlebih lagi, merujuk kesepakatan dalam perjanjian antara Freeport dan Rio Tinto, Rio Tinto baru bisa mengubah participating interest menjadi saham di tahun 2022. "Jadi hitungannya 40% saja, tidak bisa ditarik 100%, karena ini PI. Kenapa lebih besar, ya, karena perhitungannya adalah proyeksi cash flow dari produksi sampai 2041. Itu yang dihitung," jelas Rendi kepada Kontan.co.id, Jumat (13/7).

Analis Kresna Sekuritas Robertus Yanuar Hardy juga bilang, penilaian PI untuk proyek tambang memang punya hitungan sendiri. Apalagi, tambang Freeport memiliki cadangan sumber daya yang besar. "Makin sering juara, makin mahal harganya," kata Robertus.

Dia menjelaskan, dengan klausul PI bisa dikonversi menjadi 40% saham Freeport, plus potensi cash flow dari produksi 2041, "Pembelian ini sejatinya lebih murah ketimbang langsung membeli saham Freeport," kata dia.

Tapi Pengamat Hukum Sumber Daya Universitas Tarumanegara, Ahmad Redi mengingatkan, jika sudah memiliki saham 51% Freeport, Inalum akan menanggung semua kewajiban Freeport. "Semua kewajiban yang saat ini belum dilaksanakan Freeport jadi beban pemegang saham," kata dia.


 

 

 

 

 

 

 


Tambang dan Energi

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0007 || diagnostic_api_kanan = 0.0658 || diagnostic_web = 0.4216

Close [X]
×