kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR15.190
  • EMAS622.149 -0,48%

Menyorot divestasi 51% saham Freeport oleh Inalum

Jumat, 20 Juli 2018 / 17:15 WIB

Menyorot divestasi 51% saham Freeport oleh Inalum
ILUSTRASI.



Berita Terkait

Menangguk berkah dari divestasi Freeport

Akuisisi 51% saham Freeport Indonesia oleh pemerintah lewat Inalum akan memberi efek positif bagi sejumlah emiten anggota holding BUMN pertambangan.

Salah satu emiten yang bakal kecipratan berkah adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Emiten ini sepertinya bakal meraup dampak paling signifikan dari akuisisi saham Freeport. 

"Potensi yang bisa disinergikan dari akuisisi ini adalah pengolahan lumpur anoda," ujar Arie Prabowo Ariotedjo, Direktur Utama Antam kepada Kontan.co.id Jumat (13/7).

Lumpur anoda (anode slime) merupakan material sisa pemurnian tembaga. ANTM mampu menyulap lumpur ini menjadi emas batangan.

Sedikit kilas balik, ANTM sebelumnya sudah pernah mengajak Freeport membangun smelter di Pulogadung pada 2016 lalu. Kala itu, ANTM mengejar porsi kepemilikan 40%. Namun rencana itu kandas lantaran tak ada kesepakatan harga antara kedua belah pihak.

Nah, jika Freeport resmi menjadi bagian holding pertambangan, ANTM punya ruang lebih besar merayu Inalum untuk membuat smelter tembaga.

ANTM ingin sigap untuk segera membentuk sinergi. Maklum, Freeport sudah memiliki smelter tembaga yang menghasilkan anode slome yang dioperasikan anak usahanya PT Smelting Gresik. Smelter ini mampu memproduksi 2.000 ton anode slime yang bsia dikonversi menjadi 20 ton emas per tahun. Angka ini 10 kali lipat lebih besar dibanding produksi emas ANTM selama ini.

Sayangnya, lumpur berharga itu selama ini diekspor, lantaran belum ada teknologi di dalam negeri yang mempu mengolah lumpur itu menjadi emas.

Jika Inalum menerima lamaran ANTM, perusahaan ini akan segera membangun smelter demi menampung 2.000 ton lumpur yang diekspor. Namun, jumlah lumpur yang diserap akan bergantung uji kelayakan.

Yang terang, jika semua smelter tembaga sudah dibangun, akan ada tambahan anode slime 6.000 ton per tahun. "Itu bisa menghasilkan emas 60 ton per tahun," tambah Arie.

Tapi berbeda dengan ANTM, efek yang didapat oleh emiten anggota holding pertambangan lainnya yakni PT Timah Tbk (TINS) masih terbatas. 

Direktur Keuangan PT Timah Tbk (TINS) Emir Ermindra mengatakan, manfaat yang diperoleh TINS dengan keberadaan Freeport yang paling terlihat baru soal potensi jalur penjualan baru.

"Kami akan memanfaatkan irisan mereka yang mungkin butuh produk timah," ujar Emir. Manfaat lainnya yang bisa diperoleh TINS adalah soal transfer pengetahuan dan teknologi.

Yang jelas, saat ini setidaknya investor perusahaan tambang pelat merah tersebut sudah merasakan dampak positif akuisisi Freeport. Sehari setelah HoA divestasi saham Freeport diteken, harga saham tambang pelat merah menguat.

Pada penutupan Jumat (13/7), harga saham ANTM naik 16,67% jadi 910. Sementara saham PTBA naik 5,57% menjadi Rp 4.170. TINS naik 3,66% jadi Rp 850 per saham.

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Andy Wibowo Gunawan menilai saham ANTM masih menarik untuk dikoleksi. Dalam riset 25 Juni lalu, ia menulis, kinerja ANTM akan ditopang kenaikan harga nikel hingga tahun depan.

Atas dasar itu, dia menaikkan target harga ANTM menjadi Rp 1.400 per saham. Tentu, dengan rekomendasi buy.


Tambang dan Energi

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.1003 || diagnostic_web = 0.4828

Close [X]
×