kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.335
  • EMAS679.000 -0,29%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Menunggu gebrakan lanjutan Pangeran Arab Saudi

Selasa, 07 Juni 2016 / 14:18 WIB

Menunggu gebrakan lanjutan Pangeran Arab Saudi

RIYADH. Melorotnya harga minyak yang berkepanjangan membuat pemerintah Arab Saudi berbenah diri untuk mendongkrak kembali perekonomian mereka.

Setelah bertahun-tahun mendapatkan uang dengan sangat mudah dari minyak, belakangan ini, mesin uang Arab Saudi tersendat. Negara kerajaan tersebut dikabarkan berencana menarik pinjaman senilai US$ 10 miliar dari sejumlah bank. Bahkan, mereka mempertimbangkan untuk merilis obligasi internasional pertama mereka.

Masalahnya adalah Arab Saudi membutuhkan harga minyak kembali ke posisi US$ 100 per barel sehingga bisa menyeimbangkan anggaran belanja mereka.

Sekadar tambahan informasi, harga minyak dunia sudah anjlok dari level tertingginya dalam lima tahun di US$ 125 per barel pada Maret 2012 menjadi hanya US$ 37,18 per barel saat ini.

Alhasil, pendapatan minyak mereka pun ikut tergerus 23% dibanding tahun lalu. Padahal, Arab Saudi bilang, pendapatan minyak menyumbang 77% dari total pendapatan Arab Saudi pada tahun ini.

Pengeluaran Arab Saudi banyak terpakai pada pemberian tunjangan warga mereka yang populasinya hampir mencapai 30 juta orang. Saat ini, tunjangan subsidi tersebut terpaksa dihentikan. Salah satunya dengan menaikkan harga bensin sebesar 50%.

Menurut Badan Moneter Internasional (IMF), terkait hal itu, pemerintah Saudi terpaksa harus memangkas anggaran belanja mereka akibat dari rendahnya harga minyak dunia.

IMF juga bilang, tingkat Produk Domestik Bruto Arab Saudi hanya akan tumbuh 2,8% pada tahun ini dan 2,4% pada 2016. Sebagai perbandingkan, pertumbuhan PDB Arab Saudi tahun lalu sebesar 3,5%.

Transformasi ekonomi

Nah, itu sebabnya, Dewan Urusan Ekonomi dan Pembangunan (CEDA) telah menyetujui rancangan akhir Rencana Transformasi Nasional. CEDA dipimpin langsung oleh Pangeran Mohammed bin Salman yang sekaligus menjadi orang yang bertanggung jawab menyusun Rencana Transformasi Nasional.

Salah satu yang menjadi gebrakan sang Pangeran adalah melakukan diversifikasi terhadap perekonomian. Ada sejumlah poin penting dalam Rencana Transformasi Nasional. Demi mewujudkan reformasi ekonomi, Pemerintah Arab Saudi bakal memotong subsidi, menaikkan pajak, menjual aset negara, efisiensi kendaraan pemerintah serta memacu investasi sektor swasta.

Program ini menjadi blueprint utama dalam mempersiapkan perekonomian Arab Saudi agar tidak lagi bergantung pada minyak.

Kabinet Arab Saudi menyetujui proposal ini pada Senin (6/6) malam. Total, ada 24 badan pemerintah yang terlibat dalam penyusunan program transformasi ini. Dalam beberapa hari ke depan, pimpinan departemen akan menjabarkan program-program di bawah kementerian mereka masing-masing.

Dapat dikatakan, ini merupakan proposal rencana jangka panjang transformasi ekonomi Arab. Rencana ini merupakan elemen kunci dari tekad Arab menggapai "Visi 2030".

 

Sumber : Wall Street Journal,money.cnn,Reuters,Bloomberg
Editor: Barratut Taqiyyah
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0794 || diagnostic_web = 0.4984

Close [X]
×