kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.180
  • SUN95,28 0,51%
  • EMAS663.000 0,30%
  • RD.SAHAM 0.08%
  • RD.CAMPURAN 0.07%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.06%

Mengupas masalah likuiditas yang menimpa Asuransi Jiwasraya

Jumat, 26 Oktober 2018 / 17:00 WIB

Mengupas masalah likuiditas yang menimpa Asuransi Jiwasraya


Alternatif solusi terbatas

Hotbonar bilang, untuk menghadapi kesulitan likuiditas ini, perusahaan asuransi pelat merah tersbeut dihdadpkan pada alternatif pilihan yang sulit.

Menurutnya, jika benar rasio solvabilitas atau Risk Based Capital (RBC) perusahaan ini per Oktober mengalami minus 70%, artinya saat ini perusahaan dalam keadaan keuangan yang tidak sehat. 

Sejatinya, kata Hotbonar Jiwasraya masih berkesempatan untuk memperbaiki RBC lantaran hitungan RBC merupakan perhitungan tahunan.

Beberapa cara yang dapat dilakukan menurut Hotbonar diantaranya yakni; Pertama, Jiwasraya meminta pinjaman sub ordinasi dari pemegang saham yang diajukan kepada DPR melalui Kementerian BUMN. Dengan syarat, jika pinjaman dikenakan bunga maka bunga yang dikenakan harus lebih rendah daripada tingkat bunga pasar sekaligus ada jadwal pengembalian.

“Juga bisa diberikan catatan tambahan bahwa pinjaman sub ordinasi kepada pemegang saham akan dikembalikan jika perusahaan telah memenuhi standar RBC minimum dari otoritas yakni 120%,” katanya.

Kedua, meminta tambahan setoran dari pemegang saham atau istilah lainnya penyertaan modal negara. Sayangnya, dua alternatif ini butuh proses yang lama lantaran harus dimintakan persetujuan ke Kementerian BUMN dan ke DPR. Jika memilih alternatif ini, paling cepat Jiwasraya baru bisa mendapat kucuran dana dalam waktu setahun.

Ketiga, mengajukan pinjaman kepada pihak ketiga dengan konsekuensi bunga yang tinggi.

Keempat, perusahaan menjual aset. Ini dapat dilakukan oleh perusahaan dengan kepemilikan aset properti dalam jumlah besar. Dengan catatan mendapat persetujuan dari para pemegang saham untuk menjual aset agar mendapatkan setoran kas.

Namun, konsekuensinya adalah perusahaan harus membayarkan capital gain atau selisih antara nilai aset dengan harga jual aset yang dihitung sebagai pajak penghasilan.

Meski sebenarnya perusahaan dapat melakukan penjualan atas portofolio investasinya, namun Hotbonar tidak menyarankannya. Sebab, jika melihat kondisi pasar modal saat ini yang trennya menurun, peluang merugi justru akan dialami perusahaan.

Untuk perusahaan BUMN, upaya cut loss yang menyebabkan kerugian akan dinilai sebagai pelanggaran atas Undang-Undang tentang Keuangan Negara. Dengan kata lain menyebabkan kerugian negara.

“Saat ini alternatif terbaik untuk Jiwasraya serba terbatas, karena dihadapkan pada keadaan yang sulit,” katanya.

Alternatif yang bisa dilakukan untuk mengatasi produk yang mengalami mismatch, Hotbonar menyarankan untuk perusahaan melakukan penarikan produk.

“Perusahaan bisa melakukan penarikan produk yang menyebabkan mismatch. Selain itu bisa dilakukan renegosiasi kepada para pemegang polis melalui bank-bank yang bekerjasama lewat jalur bancassurance. Dengan kata lain melonggarkan beberapa persyaratan yang memudahkan perusahaan asuransi untuk membayar kewajibannya, bukan melakukan pembatalan polis,” jelasnya.

Peninjauan kembali kemudian dirasa perlu untuk produk perusahaan yang menyebabkan mismatch. Sebagai catatan, jika perusahaan asuransi memberhentikan penjualan produk asuransinya, perusahaan harus mendapatkan persetujuan dari OJK.

Selanjutnya, OJK sebagai regulator akan mewajibkan perusahaan asuransi yang mengalami kesulitan untuk merancang dan menjalankan business plan paling tidak untuk satu tahun hingga tiga tahun ke depan.


 


Video Pilihan

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0003 || diagnostic_api_kanan = 0.0408 || diagnostic_web = 0.3466

Close [X]
×