kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.333
  • EMAS679.000 -0,29%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Mengupas masalah likuiditas yang menimpa Asuransi Jiwasraya

Jumat, 26 Oktober 2018 / 17:00 WIB

Mengupas masalah likuiditas yang menimpa Asuransi Jiwasraya

Peringatan OJK

Sejatinya, kasus kesulitan likuiditas yang dialami Jiwasraya tidak terjadi begitu saja. Bahkan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai regulator jauh-jauh hari telah memperingatkan Jiwasraya terkait hal ini.

Deputi Komisioner Pengawasan Industri Keuangan Non Bank (INKB) II OJK Moch.Ichsanuddin mengatakan, sejatinya OJK telah mengendus potensi kendala likuiditas Jiwasraya sejak awal 2018 dari laporan berkala yang diserahkan ke OJK.

Berdasarkan analisis OJK, setidaknya ada dua poin yang menjadi perhatian. Pertama, soal tren kinerja investasi. Tahun ini kinerja pasar modal memang menurun dan berdampak pada hasil investasi industri asuransi jiwa, termasuk Jiwasraya. Di sisi lain, Jiwasraya memiliki portofolio saving plan yang menjanjikan imbal hasil cukup tinggi bagi nasabah.

Karenanya, OJK mengingatkan manajemen Jiwasraya untuk menjaga likuiditasnya agar kewajiban ke pemegang polis bisa terpenuhi.

Kedua, menurut Ichsanuddin perolehan premi yang masuk ke kantong Jiwasraya juga melorot. Imbasnya beban likuiditas Jiwasraya semakin berat lantaran pendapatan yang masuk tak mampu menutup selisih likuiditas.

Sepanjang 2017, total premi yang berhasil dikumpulkan Jiwasraya sebesar Rp 21,9 triliun. Tapi, hingga bulan keempat tahun ini, premi yang berhasil diraih baru sekitar Rp 3 triliun. "Bahkan sampai saat ini pun preminya masih belum sampai Rp 8 triliun," terang Ichsanuddin, Kamis (18/10).

Menurutnya, manajemen Jiwasraya juga sudah berupaya membenahi likuiditas. Sialnya kondisi pasar modal memang tidak mendukung. Padahal sebagai BUMN, Jiwasraya tak bisa seenaknya melakukan cut loss. "Kalau mereka cut loss bisa dianggap merugikan negara," katanya.

Terkait solusi yang ditawarkan Jiwasraya, OJK menyatakan akan memonitor kesepakatan yang telah dicapai bersama pemegang polis. "Sehingga masing-masing pihak memiliki kejelasan mengenai kewajiban yang jatuh tempo, dengan berbagai opsi yang dipahami dan disetujui oleh kedua belah pihak," jelas Riswindandi, Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank OJK dalam keterangan resminya Senin (15/10).

OJK mengingatkan kepada direksi Jiwasraya untuk lebih memperhatikan implementasi tata kelola yang baik, pengelolaan manajemen risiko yang lebih baik, serta melakukan kehati-hatian investasi yang didukung dengan pemanfaatan teknologi.

Jiwasraya juga harus senantiasa berkoordinasi dan melaporkan kepada regulator dan pemegang saham.


Reporter: Ferrika Sari, Galvan Yudistira, Herlina KD, Puspita Saraswati, Tendi Mahadi, Yuwono Triatmodjo
Editor: Herlina Kartika
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0720 || diagnostic_web = 0.3395

Close [X]
×