kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45709,09   6,67   0.95%
  • EMAS931.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Mengatur siasat supaya selamat menghadapi jurus mabuk Trump


Senin, 23 Juli 2018 / 13:55 WIB
Mengatur siasat supaya selamat menghadapi jurus mabuk Trump
ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump

Reporter: Agung Hidayat, Handoyo, Patricius Dewo, Riset Kontan | Editor: Yoyok

Sebagai gambaran, selama ini ekspor non-migas Indonesia ke Amerika Serikat termasuk yang paling besar. Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), tahun 2016, nilai total ekspor non migas Indonesia ke AS mencapai sekitar US$ 15,68 miliar. Tahun lalu, nilainya naik menjadi US$ 17,14 miliar.

Selain sisi pendapatan negara, pemerintah juga harus mewaspadai potensi PHK maupun pengurangan pendapatan buruh akibat pencabutan insentif GSP dari AS. Sebab sejumlah usaha penikmat fasilitas tersebut termasuk industri padat karya. 

Sejauh ini, Pemerintah Indonesia memang mulai menyiapkan kuda-kuda untuk mengantisipasi atas beleid tersebut. Sejumlah rapat koordinasi (rakor) antar kementerian dan lembaga juga digelar untuk merumuskan strateginya.  

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan, pemerintah akan melobi dan berdiskusi dengan perwakilan perdagangan Amerika Serikat atau USTR. Untuk itu, Indonesia dan USTR akan menggelar pertemuan pada 23 Juli 2018.

Selain lobi perwakilan di dalam negeri, “Duta besar Indonesia di sana juga sudah melakukan komunikasi yang cukup intensif. USTR mengundang kami untuk duduk bersama membahas mengenai fasilitas GSP yang diberikan kepada kita," ujar Enggartiasto. 




TERBARU

Close [X]
×