kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.180
  • SUN95,28 0,51%
  • EMAS663.000 0,30%
  • RD.SAHAM 0.08%
  • RD.CAMPURAN 0.07%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.06%

Meneropong rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara tahun 2019

Sabtu, 25 Agustus 2018 / 09:00 WIB

Meneropong rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara tahun 2019


Antisipasi rasio utang

Pembiayaan utang pada tahun depan ditargetkan sebesar Rp 359,3 triliun, atau turun 7,2% dibanding perkiraan pembiayaan tahun ini sebesar Rp 387,4 triliun.

Bila menilik lebih dalam ke dokumen nota keuangan RAPBN 2019, pembiayaan utang dalam APBN tahun 2019 dipenuhi dari penerbitan surat berharga negara (SBN) dan penarikan pinjaman. Namun, penerbitan SBN masih menjadi sumber utama pembiayaan utang.

Pembiayaan utang yang turun ini sejalan dengan rasio defisit anggaran tahun depan yang dipatok terendah dalam lima tahun terakhir, yakni dari 2,25% terhadap PDB pada 2014 menjadi 1,84% terhadap PDB dalam RAPBN 2019.

“Paling penting itu total defisit kita, primary balance kita, komposisi utang dalam negeri dan luar negeri, dan juga antara para investor dalam dan luar negeri yang akan terus dioptimalkan,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani di Jakarta, Senin (20/8).

Pembiayaan utang dalam postur APBN berperan dalam membiayai defisit anggaran, pembiayaan investasi terutama PMN kepada BUMN dan BLU, serta pemberian pinjaman kepada BUMN dan pemerintah daerah. Selain itu, utang pemerintah memiliki peran yang penting dalam pelaksanaan APBN dan pasar keuangan secara umum.

Meski mengurangi pembiayaan utang, pemerintah tidak menutup kemungkinan ada penambahan pinjaman luar negeri di dalam pembiayaan tersebut yang dalam bentuk pinjaman tunai. Hal ini dilakukan saat kondisi pasar dipenuhi ketidakpastian.

Dalam nota keuangan, pinjaman tunai tahun depan masih ditargetkan sebesar Rp 29 triliun atau turun dari outlook tahun ini yang sebesar Rp 33,2 triliun.

Rencananya, pembiayaan utang tahun depan sebagian besar dalam mata uang rupiah, berbunga tetap, dan dengan tenor menengah panjang (lebih dari tiga tahun).

Catatan saja, defisit anggaran di RAPBN 2019 diperkirakan mencapai Rp 297,2 triliun atau 1,84% dari PDB.

Namun, gejolak ekonomi global yang terjadi belakangan ini tentu berefek pada tekanan nilai tukar, termasuk rupiah. Untuk itu, dalam RAPBN 2019 pemerintah mengantisipasi adanya penurunan atau depresiasi rupiah hingga 35% dari nilai tukar rata-rata di tahun 2018. 

Berdasarkan nota keuangan RAPBN 2019, hal ini mempertimbangkan kondisi perekonomian di tahun 2018 yang cukup volatil dan berpotensi mengulang krisis tahun 2008-2009. Selain nilai tukar, kenaikan imbal hasil juga diantisipasi hingga maksimum 109,0% dari imbal hasil rata-rata di tahun 2018.

Lantaran ada risiko depresiasi rupiah, maka pemerintah juga mengantisipasi kenaikan rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) selama periode 2019-2022 di kisaran 29,5%-31% dari PDB dengan potensi pergerakan hingga +5% untuk mengakomodasi shock.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan, estimasi shock tersebut hanyalah stress test yang dipakai pemerintah untuk menguji sampai berapa rasio utang akan terdampak dengan kondisi terburuk.

“Ini hanya tes, tes itu mau sampai 100% juga kami bisa pakai. Artinya, kalau kami ada kondisi terburuk, itu kami siap,” kata Askolani di Gedung Kemkeu, Senin (20/8).

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo mengatakan, kecil sekali kemungkinan nilai tukar rupiah bisa terdepresiasi 35%. Sebab, depresiasi yang saat ini terjadi saja hanya 7% sejak awal tahun 2018.

Dalam jangka menengah, setidaknya hingga 2022, ia melihat, PDB akan tumbuh sekitar 6% atau lebih dengan inflasi yang stabil dan rendah. Adapun current account deficit (CAD) Indonesia dalam jangka menengah akan rendah.

Dengan perkembangan yang positif tersebut, Dody bilang, diharapkan inflow khususnya dalam bentuk foreign direct investment (FDI) akan besar dan mendorong rupiah menguat dan stabil.

“Jangka menengah kondisi global juga relatif lebih stabil dengan growth yang membaik, volatilitas pasar keuangan yang lebih stabil di tingkat risiko yang rendah,” kata dia.


Video Pilihan

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0009 || diagnostic_api_kanan = 0.0586 || diagnostic_web = 0.5943

Close [X]
×