kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.180
  • SUN95,28 0,51%
  • EMAS663.000 0,30%
  • RD.SAHAM 0.08%
  • RD.CAMPURAN 0.07%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.06%

Meneropong rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara tahun 2019

Sabtu, 25 Agustus 2018 / 09:00 WIB

Meneropong rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara tahun 2019


Kebutuhan konsumsi dan investasi di dalam negeri, juga akan menjadi tantangan dari sisi impor. Jika kedua komponen tersebut tumbuh tinggi, maka akan mendorong impor semakin tinggi, akibatnya neraca perdagangan defisit. Pemerintah memproyeksikan, impor tahun depan tumbuh 7,4%. 

Tapi, pemerintah tetap akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur untuk mendorong perekonomian baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Harapannya, investasi akan meningkat seiring dengan perbaikan daya saing dan persepsi investor.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo menilai target pertumbuhan ekonomi tahun depan sebesar 5,3% cukup realistis. Sebab, target itu masih berada di kisaran yang diproyeksikan oleh bank sentral yaitu sebesar 5,1%–5,5%.

Project Consultant Asian Development Bank Institute Eric Sugandi menilai, RAPBN 2019 disusun pemerintah secara hati-hati karena mempertimbangkan kondisi ekonomi global, lemahnya perdagangan, dan kondisi domestik. Target pertumbuhan ekonomi tahun depan kata dia, tidak muluk-muluk sehingga masih bisa dicapai.

Hanya saja, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia Shinta Widjaja Kamdani pesimistis angka itu dicapai. Sebab, pemerintah masih harus merespon tekanan dari dalam dan luar, yang akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi.

Apalagi dari sisi konsumsi, ekonomi tahun depan hanya akan didukung oleh pemilihan presiden (pilpres). Berbeda dengan tahun ini yang disokong oleh perhelatan akbar Asian Games 2018 dan pertemuan tahunan IMF-World Bank. "Belajar dari tahun-tahun sebelumnya, belanja kampanye tidak terlalu besar pengaruhnya terhadap konsumsi," jelasnya.

Sementara itu, pada tahun depan pemerintah akan menjaga inflasi di rentang 3,5% plus minus 1%. Tingkat inflasi yang rendah ini dipercaya bakal mendorong perekonomian domestik jadi lebih efisien dan berdaya saing. Pengendalian inflasi dilakukan dengan menaga ketersediaan pasokan barang dan jasa, khususnya pangan melalui peningkatan kapasitas produksi nasional dan efisiensi di sepanjang rantai pasokan.

Untuk mencapai target inflasi tahun depan, Sri Mulyani bilang, pemerintah dan BI fokus pada masing-masing komponen inflasi, baik inflasi inti, inflasi yang berasal dari harga pangan yang bergejolak (volatile food), dan inflasi yang berasal dari dampak nilai tukar rupiah (imported inflation).


Video Pilihan

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0006 || diagnostic_api_kanan = 0.0491 || diagnostic_web = 0.3753

Close [X]
×