Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.488
  • SUN95,67 0,14%
  • EMAS659.000 0,00%

Meneropong rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara tahun 2019

Sabtu, 25 Agustus 2018 / 09:00 WIB

Meneropong rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara tahun 2019

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kondisi ekonomi global yang masih belum pulih, ditambah dengan berbagai gejolak ekonomi di berbagai negara dan perang dagang Amerika Serikat melawan China membuat pemerintah Indonesia lebih realistis dalam mematok target-target ekonomi di tahun depan. 

Buktinya, dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Negara (RAPBN) 2019, pemerintah mematok target pertumbuhan ekonomi tahun depan sebesar 5,3%. Angka ini naik tipis dari outlook pertumbuhan ekonomi tahun ini yang ditetapkan sebesar 5,2%. 

Dorongan ekonomi tahun depan diperkirakan masih bertumpu pada konsumsi rumah tangga. Hanya saja, dorongan konsumsi rumah tangga seiring dengan hajatan besar Pemilu 2019, belum akan mampu mengimbangi tekanan dari sisi eksternal.

Presiden Joko Widodo dalam pengantar nota keuangan RAPBN 2019 menyebutkan, pertumbuhan ekonomi 5,3% di tahun depan akan dilakukan dengan mendorong pertumbuhan di kawasan timur Indonesia, kawasan perbatasan dan daerah tertinggal. Dari sisi sektoral, sektor-sektor ekonomi yang mempunyai nilai tambah tinggi dan menciptakan kesempatan kerja perlu didorong maju, termasuk mendorong peran sektor swasta.

Berikut asumsi makro dalam RAPBN 2019

Keterangan RAPBN 2019 Outlook 2018
Pertumbuhan ekonomi 5,3% 5,1%
Tingkat inflasi 3,5% 3,5%
Nilai tukar rupiah (Rp/USD) 14,400 13,973
Suku bunga SPN 3 bulan 5,3% 5%
Harga minyak (ICP) US$/barel 70 70
Lifting minyak (barel/hari) 750,000 775,000
Lifting gas (barel setara minyak/hari) 1,25 juta 1,11 juta

Meski begitu, banyak tantangan yang harus dihadapi pemerintah dalam mewujudkan target pertumbuhan ekonomi tahun depan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan, salah satu tantangan pertumbuhan ekonomi tahun depan adalah kinerja ekspor impor. Menurutnya, sebagai salah satu komponen pertumbuhan, ekspor diperkirakan akan terpengaruh sentimen eksternal.

Sri mulyani mengungkapkan, volume perdagangan dunia pada tahun depan diperkirakan tak akan tumbuh setinggi tahun ini, sehingga akan mempengaruhi kinerja ekspor Indonesia. "Ekspor kita cukup tinggi namun impor juga tinggi. Tahun depan relatif lebih lemah karena ada risiko," kata Menkeu, Kamis (16/8).

Oleh karena itu, pemerintah hanya menargetkan pertumbuhan ekspor tahun 2019 sebesar 6,6%. Padahal hingga semester I-2018, ekspor telah tumbuh 6,9%.


Video Pilihan

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0006 || diagnostic_api_kanan = 0.0587 || diagnostic_web = 0.5773

Close [X]
×