kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
FOKUS /

Habis-habisan memagari rupiah (1)


Selasa, 28 Agustus 2018 / 17:52 WIB
Habis-habisan memagari rupiah (1)
ILUSTRASI. Menguji Jurus Baru Membentengi Rupiah

Berita Terkait

Reporter: Havid Vebri, Merlinda Riska | Editor: Mesti Sinaga

Bunga satu malam

BI punya satu lagi senjata biar jejak rupiah lebih kokoh dan tak mudah goyah. Mereka meluncurkan mekanisme suku bunga baru bernama INDONIA. Dasar aturan mainnya adalah Peraturan BI (PBI) yang bakal segera terbit.

Nanang menuturkan, INDONIA akan menggantikan suku bunga satu malam atawa overnight dalam Jakarta Interbank Offered Rate (JIBOR) yang selama ini jadi acuan bunga pasar uang antarbank (PUAB).

BI akan menentukan tingkat bunga INDONIA melalui mekanisme transaksi, bukan quotation. Alhasil, tingkat bunganya menjadi lebih riil. “Nantinya, JIBOR overnight diganti Indonia. Untuk JIBOR tenor lain masih ada,” kata Nanang.

Sejumlah negara maju sudah lebih dahulu menerapkan penentuan bunga PUAB overnight lewat mekanisme transaksi atau lelang.

Misalnya, Inggris dengan Sterling Overnight Index Average (SONIA) yang dimulai 1997. SONIA berhasil menjaga stabilitas suku bunga overnight dan mendorong terciptanya pasar Overnight Index Swaps (OIS) di Inggris Raya.

Sementara INDONIA akan jadi basis pasar menciptakan instrumen OIS. Setelah OIS terbentuk, pasar akan memiliki instrumen hedging baru, yaitu Interest Rate Swap (IRS).

Ekonom Maybank Indonesia Juniman menilai, INDONIA strategi tepat. Perhitungan suku bunga melalui transaksi akan membuat suku bunga JIBOR overnight lebih riil.

“Paling tidak ini akan membuat suku bunga swap rupiah dan dollar AS terjaga, sehingga kurs rupiah juga terjaga,” ujarnya.

Pandangan serupa juga datang dari Bhima. Menurutnya, peluncuran INDONIA bisa mempercepat transmisi dari suku bunga acuan BI.

Selama ini banyak bank tetap menahan suku bunga kendati BI 7-day repo rate bergerak. “Nah, ini mau diatur melalui instrumen yang overnight baru itu,” ucap dia.

Dengan INDONIA, BI juga bisa memantau likuiditas perbankan. “Lebih update karena PUAB bisa lebih cepat bergerak antarbanknya. Jadi, fungsinya mungkin ke sana,” kata Bhima.

BI sudah habis-habisan membentengi rupiah dari berbagai serangan. Dan, serangan itu masih akan datang terutama dari kenaikan suku bunga AS. Pertarungan belum usai.     



Video Pilihan

TERBARU

×