kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.180
  • SUN95,28 0,51%
  • EMAS663.000 0,30%
  • RD.SAHAM 0.08%
  • RD.CAMPURAN 0.07%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.06%
FOKUS /

Fulus akbar di Asian Games 2018: Strategi INASGOC menggaet para sponsor (2)

Kamis, 16 Agustus 2018 / 17:57 WIB

Fulus akbar di Asian Games 2018: Strategi INASGOC menggaet para sponsor (2)
ILUSTRASI. Fulus Akbar di Hajatan Asian Games 2018


Berita Terkait

Modifikasi sponsor

Karena itulah Inasgoc melakukan penyesuaian dengan cara membolehkan bekerjasama untuk menjadi sponsor. Walhasil  setelah modifikasi ini, satu per satu kelas sponsor terisi.

Tak hanya itu, agar minat  perusahaan menjadi sponsor meningkat, Inasgoc pun berinisiatif memberikan diskon. Calon sponsor diberi potongan harga mulai 20% hingga  30%.

Pemberian diskon ini juga memperhitungkan dengan VIK yang diberikan. Contohnya, produsen air mineral Aqua dan  produsen minuman ber-ion, Pocari Sweat masuk menjadi official sponsor, tapi mereka juga berkontribusi pada penyediaan minuman selama perhelatan.

Demikian juga dengan Samsung. Perusahaan asal Korea Selatan ini menjadi official sponsor dengan berkomitmen menyediakan televisi di Wisma Atlet plus telepon pintar bagi panitia Asian Games 2018.

“Kami ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk turut serta membakar semangat menyukseskan Asian Games 2018 dengan menangkap, menyebarkan dan menikmati momen-momen seru Asian Games 2018 melalui inovasi yang dibenamkan pada produk-produk Samsung,” kata Lee Kang Hyun, Vice President Samsung Electronics Indonesia (11/7).

Namun, dua modifikasi untuk mengumpulkan sponsor ini belum cukup ampuh memancing peminat. Akhirnya, September 2017 Inasgoc memutuskan untuk membuka kelas sponsor baru, yakni supporting sponsor. Nilai komitmen yang ditawarkan Rp 15 miliar. Dari sini lah banyak perusahaan menjadi sponsor.

Inasgoc juga mengail dana dari logo Asian Games. Inasgoc menawarkan official licensing. Panitia membuka peluang bagi siapa saja yang ingin membeli lisensi Asian Games. Para pembeli lisensi ini bisa memproduksi barang bertemakan Asian Games hingga akhir 2018.

Setelah waktu habis, mereka hanya boleh menjual untuk menghabiskan stok. Sekarang ini sudah ada 28 lisensi Asian Games yang laku terjual.

Adapun perusahaan yang berminat membeli lisensi Asian Games antara lain KFC, perusahaan pakaian Giordano Indonesia, produsen sepatu Brodo Foodwear, dan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex).

Mereka akan menyertakan logo-logo Asian Games pada produk-produk mereka. Misalnya Sritex. Perusahaan tekstil ini akan memproduksi dan menjual pakaian berlogo Asian Games.

Yukka Harlanda, bos dan pendiri Brodo, menceritakan, keikutsertaan sebagai sponsor akan ia lakukan sesuai kapasitas Brodo sebagai produsen sepatu, “Kami akan membuat merchandise sepatu dengan logo Asian Games,” katanya.


Video Pilihan

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0008 || diagnostic_api_kanan = 0.0453 || diagnostic_web = 0.3774

Close [X]
×