kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.791
  • SUN92,51 0,63%
  • EMAS614.076 0,00%
FOKUS /

Fulus akbar di Asian Games 2018: Strategi INASGOC menggaet para sponsor (2)

Kamis, 16 Agustus 2018 / 17:57 WIB

Fulus akbar di Asian Games 2018: Strategi INASGOC menggaet para sponsor (2)
ILUSTRASI. Fulus Akbar di Hajatan Asian Games 2018



Berita Terkait

Sebelumnya: Fulus akbar di Asian Games 2018: Siapa saja yang bakal menikmati ? (1)
 

Hajatan olahraga akbar se Asia berjuluk Asian Games 2018 akan berlangsung di Jakarta dan Palembang tiga pekan ke depan. Hajatan ini boleh jadi akan disaksikan oleh 5 miliar penduduk Asia.

Perhelatan akbar inilah yang  diharapkan bisa menjadi magnet bagi perusahaan-perusahaan baik tingkat global maupun lokal untuk mempromosikan brand  alias merek dan memamerkan produk-produk  mereka ke khalayak.

Promosi itu bisa dilakukan dengan menyeponsori tim, mendukung cabang olahraga tertentu, atau seluruh rangkaian acara Asian Games.

Panitia pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC) mencatat, hingga pertengahan Juli 2018 mereka sudah mengantongi dana dukungan dari para sponsor sekitar Rp 1,6 triliun. Jumlah ini melebihi target Inasgoc yakni sebesar Rp 1 triliun.

Untuk menembus target itu, Inasgoc memang harus mati-matian mengerahkan tenaga untuk mengumpulkan dana guna menyelenggarakan acara ini. Sebab pemerintah Indonesia cuma memberikan dukungan dana sekitar Rp 5 triliun.

Memang tak mudah bagi Inasgoc mendapatkan dana sponsor. Sejak mereka menawarkan paket sponsor ke publik pada Juni 2017, tidak banyak yang merespon.

Beberapa perusahaan yang masuk jadi sponsor pun tak mau berdiri sendiri jadi sponsor utama. Beberapa badan usaha milik negara (BUMN) pilih joinan untuk menjadi sponsor utama. Misalnya Telkom bareng Telkomsel, BRI berbarengan Bank Mandiri, lalu Pertamina bergandengan dengan BNI.

Maklum, kalau mau menjadi sponsor utama ongkosnya gede. Sekadar tahu, Olympic Council of Asia sebagai pemilik Asian Games telah menetapkan empat kelas sponsor.

Pertama, prestige partner dengan nilai komitmen US$ 15 juta.
Kedua, official partners nilai US$ 10 juta.
Ketiga, official sponsors dengan nilai komitmen US$ 4 juta.
Keempat, official supplier (lihat grafik di bagian akhir artikel ini). Di kelas keempat ini, sponsor tidak diwajibkan memberikan dana segar, tapi hanya value in kind (VIK) senilai Rp 15 miliar.

Cahyadi Wanda, Vice Director of Revenue Inasgoc, menceritakan, paket sponsor itu tidak bisa diterima pasar Indonesia. “Pasar enggak ada yang berani. Ada perusahaan yang bilang dananya bisa habis untuk Asian Games aja, nih,” ungkap.


Reporter: Fransiska Firlana, RR Putri Werdiningsih
Editor: Mesti Sinaga

ASIAN GAMES

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0657 || diagnostic_web = 0.3321

Close [X]
×