kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.619
  • EMAS590.870 -0,68%

Relaksasi kredit properti, pemanis di tengah pahitnya kenaikan bunga

Selasa, 17 Juli 2018 / 07:05 WIB

Relaksasi kredit properti, pemanis di tengah pahitnya kenaikan bunga
ILUSTRASI. Ilustrasi Kredit Pemilikan Rumah

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memutuskan melonggarkan kebijakan kredit pemilikan rumah (KPR) untuk menolong daya beli masyarakat. Langkah ini bisa dibilang merupakan kompensasi karena BI telah menaikkan bunga acuan yang justru mengetatkan ekonomi.

Pelonggaran ketentuan loan to value (LTV) pengajuan KPR di bank ini bakal dimulai 1 Agustus 2018 mendatang.  LTV adalah besaran kredit yang bisa diberikan bank untuk nasabah, dari total harga hunian yang diajukan.

Jika bank menerapkan LTV atau hanya bisa mengabulkan 85%, maka calon penerima KPR harus menyediakan uang muka atau down payment (DP) 15% dari harga rumah. Artinya, semakin longgar atau semakin tinggi LTV, semakin ringan uang muka yang perlu disiapkan nasabah.

Pelonggaran LTV ini diberikan sebagai stimulan lantaran BI menaikkan bunga. Sebagai gambaran, dalam waktu dua bulan, BI menaikkan bunga acuan 100 basis poin menjadi 5,25% per akhir Juni 2018 lalu. Bank sentral menaikkan bunga bukan karena pertumbuhan ekonomi sudah bergairah, tapi dengan alasan menjaga kurs rupiah tak lebih jatuh.

Karena itu, untuk mendorong ekonomi tetap bergairah, BI menyiram dengan pelonggaran kebijakan. Dengan begitu, BI berharap, konsumsi masyarakat pun tetap terjaga.

Kenapa BI menyasar perumahan? Sektor properti bisa menyerap tenaga kerja dengan cepat dan jumlah besar, sehingga berdampak berantai pada sektor lainnya. Berdasarkan studi yang dimiliki Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI), sektor properti berkaitan erat dengan hampir 174 industri penunjang ikutan di belakangnya atau backward linkage.

Secara forward linkage, akan menciptakan investasi baru di kawasan itu, menyumbang pajak buat negara, dan membuka lapangan kerja, sehingga kemampuan ekonomi masyarakat lebih baik. Sebagai contoh, di mal saja dapat tercipta 2.000 lapangan kerja, sedangkan di hotel sekitar 1.000 orang.

Sektor properti bisa menjadi indikator tren kesejahteraan ekonomi suatu negara karena menggambarkan kekayaan dan aset rumah tangga.

Lagipula, sektor properti masih memiliki kesempatan besar mendorong ekonomi. Kebutuhan rumah (backlog) yang belum dipenuhi mencapai 11 juta unit. Andai pemerintah sukses mewujudkan program 1 juta rumah pun, backlog ini baru bisa dipenuhi sebelas tahun lagi.

Selain itu, sektor ini belum jenuh. Rasio KPR terhadap produk domestik bruto (PDB) baru 2,9%. Angka ini jauh lebih rendah ketimbang negara tetangga, misalnya Filipina yang KPR-nya berkontribusi 3,8%, atau bahkan Thailand yang mencapai 22%, Jepang 33%, Malaysia 38%, dan Singapura 44% dari PDB.  

BI memperkirakan, efek pelonggaran LTV ini bereaksi cepat pada kenaikan penyaluran KPR. "Diperkirakan setelah implementasi LTV pada 1 Agustus 2018, tiga bulan sampai enam bulan berikutnya langsung berefek ke kredit KPR," kata Filianingsih Hendarta, Asisten Gubernur Bank Indonesia  kepada kontan.co.id, Jumat pekan lalu.

Bahkan, lebih cepat ketimbang pelonggaran LTV tahun 2016 lalu yang dihitung baru berimbas empat triwulan atau setahun kemudian. Ketika itu, ada 64 bank yang mengikuti kebijakan pelonggaran tersebut.

Saat ini, hanya bank dengan rasio kredit macet KPR di bawah 5% yang boleh melakukan pelonggaran LTV pada Agustus 2018 mendatang. Perkiraan BI, pertumbuhan KPR akhir 2018 setelah relaksasi LTV ini bisa mencapai 13,46%.

Bank sentral memproyeksikan, kebijakan relaksasi loan to value (LTV) mampu berkontribusi 0,04% terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia sampai akhir tahun.


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk, Galvan Yudistira, Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang, Sanny Cicilia
Editor: Sanny Cicilia

RELAKSASI PROPERTI

TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0008 || diagnostic_api_kanan = 0.0590 || diagnostic_web = 0.2996

Close [X]
×